Surya-Paloh
Surya Paloh. (foto: dok. fraksinasdem)

MEDAN, harianpijar.com – Sembilan Sekretaris Jenderal (Sekjen) parpol yang mendukung pemerintah melakukan pertemuan. Adapun, kesembilan parpol itu adalah PDIP, Partai NasDem, Partai Golkar, Partai Hanura, PPP, PSI, Partai Perindo, PKPI dan PKB. Sementara, PAN tidak diundang dalam pertemuan itu.

Ketum Partai NasDem Surya Paloh mengatakan harusnya partai yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan itu menanyakan ke diri sendiri perihal mengapa mereka tidak diundang.

“Coba tanya PAN, eh mister PAN atau saudara-saudara kita dari PAN kenapa enggak diundang oleh partai koalisi, misalnya kalau itu. Saya juga enggak tahu (alasan tidak diundangnya PAN),” ujar Surya Paloh seusai pembukaan Rakorwil Sumatera Utara di Hotel JW Marriot l, Medan, Selasa, 8 Mei 2018.

Surya Paloh mengaku menghargai sikap PAN yang memiliki pandangan berbeda dengan pemerintah. Menurutnya, hal tersebut sah saja jika itu prinsip dasar PAN.

“Yaitu dalam pemahaman kalau itu sebagai uji coba bagaimana memperkenalkan metode pendekatan dan daya approach dari institusi partai politik,” ujarnya.

Surya Paloh pun tak mau menanggapi desakan PAN keluar dari koalisi partai pendukung pemerintah. Karena, dirinya menilai yang lebih tahu keadaan dalam koalisi yaitu Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri.

“Yang paling tahu itu adalah Presiden sebagai pemimpin pemerintahan yang juga merangkul dan menempatkan koalisi pendukung. Kalau Presiden menganggap itu cocok pantas tepat, kita pahami pasti ada 1 kebijakan, ada 1 pemikiran, ada 1 strategi bahkan mungkin yang dipikirkan bahwa inilah yang paling cocok kebijakan seperti ini,” kata Surya Paloh.

Sebelumnya, Ketum PAN Zulkifli Hasan mengaku tak mengetahui perihal undangan pertemuan tersebut. Zulkifli Hasan menyebut dirinya baru saja menghadiri acara Rakernas pengusaha muslimah Indonesia di Cipanas.

Namun, Zulkifli Hasan mengatakan soal urusan undangan pertemuan menjadi hak pihak Istana.

“Ya kalau undangan kan hak istana. Jadi kalau diundang atau tidak diundang tanya sama mas Pram dong, jangan sama saya,” tandasnya.

Zulkifli Hasan tak mempermasalahkan jika partainya tidak lagi dianggap sebagai bagian dari koalisi partai pendukung pemerintah. “PAN biasa-biasa saja tuh. Merdeka,” ucapnya. (adit/mer)

loading...