Peneliti dari LSI Denny JA, Ardian Sopa.

JAKARTA, harianpijar.com – Tiga partai politik, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) diprediksi akan memperebutkan posisi tertinggi pada pemilihan legislatif (Pileg) 2019.

Hal tersebut dirilis Lingkaran Survei Indonesia yang merilis hasil survei nasional terkait elektabilitas partai menjelang 11 bulan pemilu serentak dan survei dilakukan kepada 1200 responden dalam kurun waktu 28 April – 5 Mei 2018 dengan margin of error sebesar 2,9 persen.

Bahkan, hasil survei tersebut dilihat dari elektabilitas PDIP yakni 21,7 persen, Partai Golkar 15,3 persen serta Partai Gerindra 14,7 persen.

Menurut Lembaga Survei Indonesia (LSI), pihaknya juga mengkategorikan ketiga partai politik itu sebagai partai Divisi Utama dari 4 kategori yakni Divisi Utama, Divisi Menengah, Divisi Bawah serta Divisi Nol Koma.

Selanjutnya, pada Divisi Menengah ada PKB dengan 6,2 persen serta Partai Demokrat 5,8 persen. Karena, kedua partai politik tersebut memiliki perolehan suara dibawah 10 persen, tetapi masih diatas parlementary treshold yakni 4%.

Sementara, pada Divisi Bawah ada 5 partai politik yang memiliki perolehan suara di bawah Parliamentary Treshold yakni PAN 2,5 persen, Partai NasDem 2,3 persen, Partai Perindo 2,3 persen, PKS 1,8 persen serta PPP 1,8 persen.

Sedangkan, menurut peneliti dari LSI Denny JA Ardian Sopa, untuk Divisi Bawah, jika kelima partai politik ini sangat mungkin lolos bila ditambah dengan Margin of Error.

“Jika ditambah dengan Margin of Error sebesar 2,9 persen kelima partai di Divisi Bawah ini sangat mungkin lolos Parliamentary Treshold yang dipatok sebesar 4 persen, ” ucap Ardian Sopa saat dikonfirmasi, di Kantor LSI Danny JA, Rawamangun, Jakarta, Selasa 8 Mei 2018.

Selain itu, ditegaskan Ardian Sopa, partai politik yang berada di Divisi Nol Koma yaitu Partai Hanura 0,7 persen, PBB 0,4 persen, Partai Garuda 0,3 persen, PKPI 0,1 persen serta Partai Berkarya 0,1 persen. Karena itu, perolahen suara keenam partai politik ini mempunyai catatan tersendiri, walaupun ditambah Margin Of Error 2,9 persen masih belum mencukupi Parliamentary Treshold.

“Untuk partai yang berada di Divisi Nol Koma perlu adanya usaha ekstra bila ingin tetap ingin masuk ke parlemen di 2019. Salah satunya bisa dengan memiliki asosiasi kuat dengan capres serta membuat program-program yang populer dan dapat dikenal masyarakat, ” tandas Ardian Sopa.

SUMBERMediaIndonesia
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR