Bambang-Soesatyo-1
Bambang Soesatyo. (foto: Dok. Kompas)

JAKARTA, harianpijar.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo (Bamsoet) menanggapi soal pertemuan sembilan Sekjen partai pendukung pemerintah di sekretariat kabinet, kemarin.

Bamsoet menilai wajar jika Istana Kepresidenan dijadikan tempat pertemuan politik. Dirinya menambahkan selama ini presiden-presiden Indonesia terdahulu pun menjadikan Istana sebagai tempat pertemuan politik. Sebab, Istana dan politik memiliki hubungan yang erat.

“Politik tidak bisa dilepaskan di pemerintahan justru parpol harus konsen terhadap jalannya pemerintahan, dialah bertanggung jawab buruk baiknya pemerintahan karena dalam pertemuan yang dilakukan di Istana dalam presiden manapun juga udah biasa dilakukan di istana,” kata Bamsoet di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Selasa, 8 Mei 2018.

“Sebut presiden mana yang ga pernah melakukan pertemuan politik di Istana?,” tambahnya.

Pertemuan tersebut di prakarsai oleh Menseskab Pramono Anung untuk membahas kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Dirinya tak mempermasalahkan pertemuan itu, selama tak menimbulkan konflik antar pihak. Bahkan, Bamsoet pun menyarankan kepada kelompok yang berbeda pandangan agar dapat menyelesaikan hal tersebut dengan kepala dingin, bukan malah saling mengkritik.

“Yang terpenting adalah pertemuan itu tidak membuat runcing satu sama lain. Maka saya yakin perbedaan pendapat pandangan bisa diselesaikan secara baik dalam satu ruangan bukan kita teriak di ruangan saling mengecam yang kemudian menimbulkan suasana panas, yang kemudian menimbulkan suasana panas yang ujung-ujungnya merugikan masyarakat sendiri,” tandasnya. (adit/mer)

loading...