Yusril-Ihza-Mahendra
Yusril Ihza Mahendra. (foto: tagar/Nuranisa Hamdan Ningsih)

JAKARTA, harianpijar.com – Kuasa hukum Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Yusril Ihza Mahendra mengaku tak terkejut dengan putusan hakim PTUN DKI Jakarta. Dirinya masih berharap Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) dan Mahkamah Agung (MA) akan lebih bersikap adil dan objektif.

“Saya tidak kaget dengan putusan hakim yang menolak gugatan HTI. Memang berat mengadili perkara yang menyangkut marwah pemerintah di mata rakyatnya,” kata Yusril Ihza Mahendra dalam keterangan tertulisnya, Senin, 7 Mei 2018.

Yusril Ihza Mahendra mengatakan, meski kalah di pengadilan tingkat pertama, dirinya masih berharap PTTUN atau MA akan berani mengambil putusan yang lebih adil dan objektif.

Dirinya pun mengingatkan kelompok masyarakat yang tidak suka dengan HTI agar jangan terlalu gembira dahulu dengan putusan PTUN DKI Jakarta.

Begitu juga dengan warga HTI, Yusril Ihza Mahendra berpesan untuk jangan bersedih dan putus asa. “Perjuangan menegakkan keadilan adalah perjuangan panjang dan berliku. Kita harus menjalaninya dengan kesabaran dan ketegaran,” sebutnya.

Seperti diketahui, Yusril Ihza Mahendra sendiri tidak hadir pada sidang putusan perkara HTI yang dibacakan di PTUN DKI Jakarta, Jakarta Timur, pada Senin, 7 Mei 2018. Dirinya diwakili oleh Gugum Ridho Putra.

Majelis hakim PTUN memutuskan menolak gugatan yang diajukan HTI atas keputusan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham). Dengan demikian, SK Menkumham No AHU-30.AHA.01.08.2017 tentang pencabutan status badan hukum HTI tetap berlaku.

“Dalam pokok perkara, menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya. Dua, menghukum penggugat membayar biaya perkara sebesar Rp 450.000,” kata hakim ketua Tri Cahya Indra Permana dalam sidang di PTUN DKI Jakarta, Jakarta Timur, Senin. (nuch/rep)