Ketua Umum Partai Demokrat Susilo bambang Yudhoyono (SBY).

JAKARTA, harianpijar.com – Terkait pembatasan dua kali masa jabatan presiden dan wakil presiden di Undang-undang Pemilihan Umum (UU Pemilu), sekelompok masyarakat melakukan uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sementara, jika uji materi yang dilakukan kelompok masyarakat itu berhasil, maka kemungkinan Jusuf Kalla (JK)  bisa mencalonkan diri lagi sebagai wakil presiden, meski sudah dua kali menjabat. Bahkan, bisa saja Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dicalonkan lagi sebagai presiden lagi. Namun, apakah Partai Demokrat akan melakukan itu jika aturannya memungkinkan.

Menurut Komunikator Politik Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean, pihaknya menghormati langkah yang diambil sekelompok masyarakat yang melakukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kami menghormati itu mungkin upaya bagi Pak JK atau orang yang mendukung Pak JK,” kata Ferdinand Hutahaean saat dikonfirmasi, di gedung DPR, Jakarta, Senin 7 Mei 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Ferdinand Hutahaean, jika uji materi itu dikabulkan maka Partai Demokrat tidak akan kembali mengusung SBY.

“Karena beliau sudah menyatakan “saya cukup dalam pertarungan seperti itu” dan beliau sudah menurunkan regenerasi kepada generasi selanjutnya di Partai Demokrat,” tegas Ferdinand Hutahaean.

Selanjutnya, Ferdinand Hutahaean juga menjelaskan, jika Partai Demokrat diminta untuk mengusung kadernya saat ini menjadi presiden maka partai akan mengusulkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Karena itu, SBY akan maju lagi ketika sebuah situasi nasional memaksanya harus turun gunung kembali. Bahkan, jika tidak ada situasi nasional yang memaksa SBY tidak akan maju lagi.

loading...