Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan Firza Husein.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya mengatakan sampai saat ini belum bisa mengungkapkan kelanjutan kasus pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, terkait keterlibatannya dalam kasus obrolan pornografi.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, saat ini penyidik belum bisa mengungkapkan kelanjutan kasus Rizieq Shihab terkait kasus obrolan pornografi. Namun, koordinasi akan dilakukan terus pihaknya dengan penyidik yang menangani kasus tersebut.

“Saya belum komunikasi dan koordinasi dengan penyidik. Besok akan kami koordinasikan kepada penyidik,” kata Argo Yuwono saat dikonfirmasi, di kawasan car free day (CFD) Jakarta, Minggu 6 Mei 2018.

Seperti diberitakan, Polda Jawa Barat resmi menerbitkan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) untuk Rizieq Shihab terkait dugaan penodaan Pancasila dan pencemaran nama baik yang dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri.

Namun, para pendukung Rizieq Shihab mengklaim, SP3 itu diterbitkan setelah 11 ulama Persaudaraan Alumni (PA) 212 bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberpa waktu lalu.

Menurut anggota PA 212 Muhamad Al Khathath, pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu berlangsung di Istana Bogor pada 22 April lalu. Bahkan, dirinya secara langsung meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar semua kasus Rizieq Shihab, termasuk dugaan pornografi, dihentikan.

“Insya Allah dihentikan,” kata Muhammad Al Khathath, di Polda Metro Jaya, 4 Mei 2018 lalu.

Sedangkan, ditegaskan Argo Yuwono, sejauh ini belum ada perintah untuk menghentikan penyidikan terhadap pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan Firza Husein. Bahkan, keduanya dijerat menggunakan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 juncto Pasal 35 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

SUMBERRepublika
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR