Peneliti dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus.

JAKARTA, harianpijar.com – Peneliti dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus menyatakan perekrutan kader partai politik yang tidak serius diduga menjadi dalang penyebab maraknya korupsi yang melibatkan anggota legislatif.

Menurut Lucius Karus, efek jera dari banyaknya politisi yang tertangkap kasus korupsi tak ada dalam kamus politisi lainnya, karena parpol tidak serius berinvestasi melahirkan kader yang berintegritas.

“Saya kira soal karakter personal politisi yang sejak awal memang diabaikan dunia politik kita. Perekrutan yang tak peduli dengan kualitas moral kader membuat sejumlah politisi menjadikan korupsi sebagai lahan incaran yang sejak awal sudah dirancang dengan sadar,” kata Lucius Karus saat dikonfirmasi media, Sabtu 5 Mei 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Lucius Karus, dirinya berpendapat adanya biaya politik yang tak murah membuat kader akan melakukan apa saja untuk mendapatkan dana. Bahkan, dalam tahun politik yang akan segera tiba ini, para kader parpol perlu menyiapkan dana segar untuk bisa terpilih kembali pada Pemilu mendatang.

“Di tengah sumber keuangan partai yang terbatas, coba memanfaatkan peluang lewat kewenangan DPR pun dicoba,” tegas Lucius Karus.

Selanjutnya, Lucius Karus juga menjelaskan, faktor lainnya yakni adanya pihak swasta yang ingin mendapatkan proyek dari pemerintah dan mengandalkan kedekatan dengan anggota parpol yang duduk di legislatif untuk hal tersebut. Karena, adanya tata kelola internal dalam DPR yang tak pernah serius diubah.

“Tak ada keseriusan untuk menerapkan pembahasan anggaran terbuka melalui e-budgeting misalnya membuat korupsi tetap menjadi pilihan,” jelas Lucius Karus.

SUMBERMediaIndonesia
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR