Pengamat politik dari Lembaga Survei Indo Barometer Muhammad Qodari.

JAKARTA, harianpijar.com – Langkah partai politik (Parpol) yang mengusung calon presiden (capres) tertentu sejak awal bisa mendongkrak elektabilitas partai politik tersebut.

Menurut pengamat politik dari Lembaga Survei Indo Barometer Muhammad Qodari, Pemilihan Legislatif (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres) yang digelar serentak justru membuka kesempatan bagi partai politik untuk meningkatkan raihan suara dalam pemilu legislatif.

Syaratnya, calon presiden (capres) yang diusung harus populer dan selanjutnya ialah bergantung pada kerja keras partai politik (parpol) untuk mengasosiasikan diri dengan calon presiden (capres) yang didukung.

“Calon presiden yang diusung tentu harus populer. Dari situ bisa muncul efek ekor jas,” kata Muhammad Qodari saat dikonfirmasi, Sabtu 5 Mei 20178.

Ditegaskan Muhammad Qodari, dalam terminologi politik efek ekor jas (coat-tail effect) terjadi jika seorang calon presiden yang populer dengan tingkat elektabilitas tinggi memberikan keuntungan positif kepada partai pengusung.

Namun, sebaliknya calon presiden (capres) yang tidak populer dengan tingkat elektabilitas rendah justru akan memberikan dampak negatif kepada perolehan suara partai yang mendukung calon tersebut.

“Kalau calon yang diusung tidak populer malah merugikan partai pengusung,” tegas Muhammad Qodari.

Sementara sebelumnya, Wasekjen DPP Partai Demokrat Didi Irawadi menyatakan partai [politik (parpol) yang mengusung calon presiden (capres) sejak awal, tidak memiliki dampak elektoral yang signifikan bagi partai. Karena itu, dirinya mengajak partai politik (parpol) yang sudah menyatakan dukungan kepada satu kandidat untuk menjadi calon presiden (capres) dalam Pilpres 2019 untuk berpikir ulang kembali.

Sedangkan, Muhammad Qodari menjelaskan, langkah partai politik (parpol) mengusung capres sejak awal justru kian relevan, karena pemilihan presiden dan legislatif 2019 nanti digelar serentak. Langkah mengusung jauh-jauh hari itu bisa dimanfaatkan untuk meraup tambahan suara bagi partai.

Selain itu, dirinyajuga mengingatkan, partai politik harus bekerja keras untuk mengasosiasikan diri dengan calon presiden (capres) populer yang diusung. Seperti diketahui, saat ini baru dua kandidat yang kemungkinan bakal bertarung dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2019, yakni Joko Widodo (Jokowi) dari PDI Perjuangan dan Prabowo Subianto dari Partai Gerindra.

loading...