Pembagian sembako di Monas yang memakan korban akhir pekan lalu.

JAKARTA, harianpijar.com – Kasus pembagian sembako yang menewaskan dua orang di Monas akhir pekan lalu, naik ke tahap penyidikan. Bahkan, kepolisian berencana mengautopsi korban M Rizki Syahputra berdasarkan laporan dari Polsek Gambir.

Hal tersebut hasil klarifikasi pihak penyidik subdit 1 Direktorat Reserse Kriminal Umum, Polda Metro Jaya yang diterima Muhammad Fayyad kuasa hukum Komariah, orang tua M Rizky Syahputra korban insiden Monas akhir pekan lalu.

“Tadi dalam klarifikasi disebutkan, ternyata sebelum kami melapor, sudah ada laporan yang dibuat Polsek Gambir. Dari laporan ini, kasus dinaikan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan,” kata Muhammad Fayyad, Sabtu 5 Mei 2018.

Menurut Muhammad Fayyad, pihak penyidik juga menyampaikan, bahwa setelah ini akan dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab meninggalnya M Rizky Syahputra. Bahkan, autopsi dapat dilakukan pada jenazah M Rizky Syahputra tanpa persetujuan keluarga korban.

“Karena ini kasus besar, dengan atau tanpa persetujuan keluarga korban, polisi tetap dapat melakukan autopsi pada jenazah korban. Hanya waktunya nanti belum tahu kapan,” ucap Muhammad Fayyad.

Lebih lanjut, ditegaskan Muhammad Fayyad, pihaknya terputus komunikasi dengan keluarga korban sejak pukul 14.00 WIB. Bahkan, komunikasi terakhir dengan kakak kandung korban bernama Adi, yakni saat sedang dalan perjalanan menuju Mapolda Metro Jaya.

“Tapi setelah itu sampai sekarang putus kontak, keluarga korban tidak bisa dihubungi lagi. Padahal selama ini komunikasi baik dan lancar,” tegas Muhammad Fayyad.

Sementara, dikatakan Muhammad Fayyad, pihaknya tidak khawatir jika ada pihak lain yang menghalangi komunikasi dengan keluarga korban dan itu juga berarti menghalangi penyidikan.

SUMBERMediaIndonesia
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR