Arsene-Wenger
Arsene Wenger. (foto: instagram/arsenal)

harianpijar.com – Pelatih Arsenal Arsene Wenger mengakui bahwa dirinya kecewa setelah Arsenal tak mampu mencapai final Liga Europa, karena mengalami kekalahan dari Atletico Madrid.

Pelatih berusia 68 tahun itu akan meninggalkan Arsenal di akhir musim. Dirinya berharap dapat membawa Arsenal memenangkan trofi Liga Europa dan mengamankan kualifikasi Liga Champions.

Namun, nyatanya, Arsene Wenger tak mendapat akhir cerita yang indah di akhir karir kepelatihannya bersama Arsenal.

Satu-satunya gol yang terjadi pada laga leg kedua Liga Europa antara Arsenal mengahadapi Atletico Madrid dicetak oleh Diego Costa, dan membawa Atletico Madrid lolos ke final ketiga mereka dalam delapan tahun.

“Ini bisa sangat kejam, saya sangat sedih malam ini,” kata Arsene Wenger setelah pertandingan.

Kekalahan 1-0 yang terjadi di kandang Atletico Madrid tak begitu memalukan. Tetapi, kegagalan Arsenal dalam memanfaatkan keunggulan pemain pada laga leg pertama tentu akan menghantui sang pelatih.

“Kami tidak mengelola momen-momen penting dari pertandingan dengan baik,” ujar Arsene Wenger.

“Kami unggul 1-0 dengan 10 menit untuk pergi ke rumah, dan kemudian kami kebobolan gol yang bodoh. Malam ini kami tampak oke dan kemudian mengakui serangan balik.”

“Atletico bermain dengan rasa takut di babak pertama bahwa jika kami mencetak skor mereka bisa keluar, tetapi begitu mereka mencetak gol mereka bermain dengan sebuah bantal.”

Lebih lanjut, Arsene Wenger mengakui permainan seharusnya sudah berakhir setelah leg pertama dan timnya kurang berkualitas di sepertiga akhir.

“Ketika Anda keluar dari kompetisi dan Anda memiliki penampilan yang kami miliki lebih dari 180 menit, sulit untuk melakukannya,” sebut Arsene Wenger.

“Ada beberapa bahan yang bagus di tim kami. Mereka akan bangkit kembali,” tambahnya.

Bek Arsenal Hector Bellerin mengungkapkan soal kesedihan dan kekecewaan Arsene Wenger. “Kami bermain dengan hati, (tetapi) itu tidak dimaksudkan untuk menjadi,” kata pemain Spanyol itu.

“Kami ingin melakukannya untuk bos (Arsene Wenger) dan mencoba untuk dia menyelesaikan pada posisi di atas. Itu menambah lebih banyak kekecewaan,” imbuhnya. (adit/fox)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR