Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia.

JAKARTA, harianpijar.com – Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengatakan dalam kajian Indikator Politik Indonesia, saat ini masyarakat mengaku puas atas kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu juga sejalan dengan masih tingginya elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) sebagaimana juga terlihat dalam sejumlah survei serupa.

Survei yang dilakukan pada periode 25-31 Maret 2018 itu melibatkan 1.200 responden di seluruh Indonesia melalui random sampling dengan memiliki tingkat kepercayaan 95% yang memiliki margin of error sekitar 2,9%.

Hasil survei tersebut, yakni sebanyak 14,8% mengaku puas dengan kinerja Joko Widodo (Jokowi) dan 56,5% mengaku cukup puas. Namun, sebaliknya 25,4% mengaku kurang puas dengan kinerja Joko Widodo (Jokowi) dan hanya 1,9% mengaku tidak puas sama sekali.

“Mereka yang mengatakan kinerja Jokowi sangat puas atau cukup puas kalau ditotal itu 71% pada survei Maret 2018. Untuk yang tidak puas, itu, jika ditotal, 27%,” kata Burhanuddin Muhtadi, dalam konferensi persnya di Jakarta, Kamis 3 Mei 2018 kemarin.

Ditegaskan Burhanuddin Muhtadi, jika dinilai berdasarkan tren kepuasan kinerja, Joko Widodo (Jokowi) terus stabil sejak Maret 2016 hingga Maret 2018, yakni sebesar 71%. Bahkan, dalam hal kemampuan dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin, Joko Widodo (Jokowi) juga stabil pada angka 72% dari Maret 2016 hingga Maret 2018, dengan meningkat tipis ke angka 73%.

Bahkan, menurutnta Indikator-indikator tersebut sejalan dengan hasil survei dalam hal elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) di pemilihan presiden (Pilpres) 2019 nanti.

Sementara, dalam survei top of mind (jawaban spontan-red), Joko Widodo (Jokowi) dipilih 39,9% responden, sedangkan Prabowo Subianto 12,1%, dan yang tidak dapat menjawab 41,4%.

Selanjutnya, menurut Burhanudin Muthadi, angka tersebut dalam hal tren mengalami peningkatan karena pada September 2017, yang memilih Joko Widodo (Jokowi) dengan simulasi yang sama hanya sebesar 34,2%. Begitu juga Prabowo Subianto yang juga mengalami peningkatan dengan sebelumnya 11,5% pada September 2017.

Sedangkan, contoh lain yang dirilis Indikator Politik Indonesia, selain Jokowi dan Prabowo, nama-nama lain yang mungkin bakal berkompetisi di Pilpres 2019. Mereka di antaranya Anies Baswedan dengan elektabilitas 0,9%, Hary Tanoesoedibjo (0,7%), TGB M Zainul Majdi (0,7%), dan Gatot Nurmantyo (0,7%).

Selanjutnya, untuk simulasi semiterbuka dengan daftar bakal calon presiden yang disusun secara alfabetis, Joko Widodo (Jokowi) masih mendapatkan 51,9%, sedangkan Prabowo Subianto mendapatkan 19,2%. Begitu juga dalam survei dengan head to head antara Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto, Joko Widodo (Jokowi) masih unggul cukup jauh.

“Jika pilpres hanya diikuti dua nama, head to head antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo, 60,6% responden memilih Pak Jokowi, sementara 29% memilih Pak Prabowo, sedangkan yang tidak menjawab 10,4%,” tegas Burhanudin Muthadi.

SUMBERMedia Indonesia
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR