Mantan Ketua Komnas HAM Almarhum Abdul Hakim Garuda Nusantara.

JAKARTA, harianpijar.com – Mantan Ketua Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) periode 2002-2007, Abdul Hakim Garuda Nusantara, meninggal dunia. Kabar duka tersebut diumumkan Komnas HAM melalui akun twitter resminya @KomnasHAM.

“Keluarga besar Komisi Nasional Hak Asasi Manusia turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bapak Abdul Hakim Garuda Nusantara (Ketua Komnas HAM periode 2002-2007),” demikian dikutip dari akun twitter @KomnasHAM, Jumat 4 Mei 2018 pagi.

Sementara diketahui, Abdul Hakim Garuda Nusantara dilahirkan di Pekalongan, 12 Desember 1954. Semasa hidupanya almarhum Abdul Hakim Nusantara adalah seorang pengacara dan pejuang hak asasi manusia di Indonesia.

Selanjutnya, sejak masih kuliah tingkat empat Fakultas Hukum Universitas Indonesia, almarhum Abdul Hakim Garuda Nusantara sudah menjadi relawan di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, di Divisi Hak Asasi Manusia.

Karena itu, setelah lulus pada 1978, almarhum Abdul Hakim Garuda Nusatara mengambil spesialisasi Hukum Perdata Internasional di Universitas Washington. Setelah selesai dari studinya, almarhum Abdul Hakim Garuda  Nusantara kembali ke LBH hingga diangkat sebagai Direktur lembaga tersebut.

Kemudian, almarhum Abdul Hakim Garuda Nusantara selain mengabdikan diri di Lembaga Bantuan Hukum, juga pernah menjabat sebagai Ketua Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), ketua pengarah International NGO Forum on Indonesia Development (INFID), dan menjadi dosen luar biasa untuk mata kuliah Hukum Ekonomi di Fakultas Ekonomi, UI.

Almarhum Abdul Hakim Garuda Nusantara juga ikut mendirikan dan menjadi ketua Yayasan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam). Sebagai pengacara, almarhum Abdul Hakim Garuda Nusantara pernah menangani sejumlah kasus besar seperti Kasus Tanjung Priok 1985 dan Peristiwa 27 Juli 1996.

Bahkan, almarhum Abdul Hakim Garuda Nusantara juga mengabdikan diri sebagai Wakil Ketua Tim Penyusunan Rancangan Undang-Undang Pengadilan HAM, Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (1999), Wakil Ketua Tim RUU Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dan Anggota Tim Revisi RUU Penanggulangan Keadaan Bahaya, Departemen Pertahanan (2000).

Selanjutnya, pada tahun 2001, almarhum Abdul Hakim Garuda Nusantara dicalonkan menjadi anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) oleh PP Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia dan LSM. Semula almarhum Abdul Hakim Garuda Nusantara menolak pencalonan itu karena merasa sudah terlalu sibuk dengan kegiatan-kegiatannya, namun akhirnya Almarhum berhasil diyakinkan.

Karena itu, pada tahun 2002, almarhum Abdul Hakim Garuda Nusantara terpilih menjadi ketua kelima Komnas HAM untuk periode 2002-2007 menggantikan Djoko Soegianto.

 

SUMBERMerdeka
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR