Joko-Widodo-Jokowi-dan-Prabowo-Subianto
Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto. (foto: dok. Setkab)

JAKARTA, harianpijar.com – Elektabilitas Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ternyata masih cukup kuat untuk menandingi Joko Widodo (Jokowi). Bahkan, dalam survei terbaru yang dirilis lembaga Indikator Politik Indonesia, Prabowo Subianto memperoleh elektabilitas sebesar 29 persen.

Survei tersebut dimulai dengan mengukur elektabilitas secara spontan terhadap tokoh yang dianggap responden pantas menjadi capres di Pemilu 2019 mendatang. Hasilnya, Jokowi masih memperoleh elektabilitas tertinggi.

“Elektabilitas Jokowi mencapai 39,9 persen, Prabowo Subianto 12,1 persen, dan Anies Baswedan 0,9 persen. Sementara Hary Tanoesoedibjo, Tuan Guru Bajang dan Gatot Nurmantyo sama-sama memperoleh 0,7 persen,” ujar Direktur Eksekutif Indikator Burhanudin Muhtadi dalam paparan survei di Jakarta, Kamis, 3 Mei 2018.

Survei dilaksanakan dalam rentang waktu 25-31 Maret 2018, dengan 1.200 responden dari seluruh Indonesia. Margin of error +/- 2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Berdasarkan dari data tersebut diketahui tren elektabilitas dalam top of mind, Jokowi dan Prabowo Subianto sama-sama mengalami peningkatan, walaupun angka peningkatannya lebih tinggi Jokowi.

Selanjutnya dikerucutkan lagi dalam daftar semi terbuka, artinya responden memilih nama-nama yang ditentukan surveyor. Hasilnya, Jokowi 51,9 persen, Prabowo 19,2 persen dan seterusnya.

“Selesih antara Jokowi dan Prabowo signifikan, tapi selisih antara AHY, Anies, dan Gatot ini tidak signifikan,” jelas Burhanudin Muhtadi.

Sementara itu, dalam simulasi seandainya ada 5 nama capres di Pemilu 2019, maka elektabilitasnya jadi berubah dan urutan ketiga diisi oleh Gatot Nurmantyo. Jokowi 56,5 persen, Prabowo 24,2 persen, Gatot 2,9 persen, Anies 4,1 persen, dan AHY 2,9 persen.

Sedangkan pada simulasi dua nama, yakni rematch Jokowi vs Prabowo Subianto seandainya pilpres diadakan hari ini. Hasilnya, Jokowi masih unggul dengan 60,6 persen dan Prabowo Subianto 29 persen dengan swing voters 10,4 persen.

“Belum panaskan mesin saja Pak Prabowo sudah dapat hampir 30 persen. Artinya pemilu 2019 itu sudah selesai, itu bukan hanya melangkahi kehendak Tuhan, jadi kita tidak tahu yang akan terjadi,” kata Burhanudin Muhtadi. (Ilfan/kum)

loading...