Salah satu scene dalam film Ananta (2018). (foto: screenshot Youtube)

JAKARTA, harianpijar.com – Tidak ada yang tahu kapan datangnya cinta. Cinta itu tak masuk akal dan bisa membuat gila. Namun, cinta juga lah yang bisa memilih dengan siapa hati kita akan berlabuh.

Tania, karakter yang diperankan oleh Michelle Ziudith, seorang gadis cantik yang tidak begitu populer, bahkan kerap dipandang aneh.

Suka anti sosial media, hobi makan nasi kerak, juga terlahir sebagai perempuan yang ‘istimewa’, itulah Tania. Dirinya hanya mencurahkan semua apa yang dirasakannya dalam bentuk lukisan.

Tidak ada seorang pun yang berani dan bisa masuk ke dalam kehidupan Tania, termasuk keluarganya sendiri. Tapi, kehadiran Ananta Prahadi, yang dimainkan oleh Fero Walandouw, berbeda.

Keahlian Tania dalam melukis menarik Ananta Prahadi ikut masuk dalam imajinasinya. Mereka akhirnya tak terpisahkan dan Ananta Prahadi menjadi asisten Tania untuk menjual lukisan-lukisannya.

Ananta Prahadi juga lah yang memperkenalkan Pierre, diperankan Nino Fernandez, ke Tania. Pierre sendiri adalah seorang pemilik galeri yang baik hati dan juga bisa masuk dalam kehidupannya.

Ternyata Tania bisa merasakan cinta dan nyaman itu mudah. Akan tetapi kehidupan Tania memang penuh problem, bahagia, sedih, kecewa, semua beralasan dan membuat dirinya bisa merasakan perasaan lain.

Di sisi lain, Sutradara Rizki Balki sebenarnya bukan sosok yang suka dengan drama romantis. Namun, film yang diadaptasi dari novel romantis pertama Risa Saraswati itu, memaksanya harus belajar lebih dalam lagi soal cinta.

“Satu yang saya pelajari di film cinta itu ada satu yang paling kuat adalah perpisahan. Film cinta itu ‘Romeo and Juliet’. Di sini perpisahan penuh misteri yang tidak bisa dipisahkan. Ananta itu seperti puisi perpisahan,” kata Rizki Balki di CGV Blitz, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin, 30 April 2018.

Sementara itu, film ‘Ananta’ sendiri direncanakan akan tayang pada 3 Mei 2018 ini. (ilfan/det)

loading...