Tiga dari empat juruh tagih (Debt Collector) yang berhasil di tangkap polisi.

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Sektor (Polsek) Teluknaga, Tangerang, Banten, berhasil menangkap tiga dari empat juruh tagih (Debt Collector) kendaraan leasing yang diduga melakukan pemerasan terhadap salah satu nasabahnya, hingga mengakibatkan Yakob (67) meninggal dunia saat didatangi rombongan yang mengaku diminta perusahaan jasa pembiayaan menagih utang kredit korban.

Menurut Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Teluknaga AKP Fredy Yudha, pelaku berjumlah 4 orang, 3 orang berhasil ditangkap di rumahnya dan 1 orang masih dalam pengejaran.

“Pelaku¬† ada 4 orang, tiga berhasil kami amankan di rumahnya, satu masih dalam pengejaran,” kata Fredy Yudha Satria saat dikonfirmasi, di Mapolsek Teluknaga, Tangerang, Banten, Senin 30 April 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Fredy Yudha, ketiga juru tagih ini dijerat pasal 368 KUHPidana terkait pemerasan terhadap korban, yang diduga menunggak utang kredit motor selama 8 bulan.

“Keempat debt collector tersebut ditangkap lantaran tidak memiliki surat dari leasing maupun sertifikat fiducia. Mereka kami jerat pasal 368 tentang pemerasan, dengan ancaman penjara maksimal 9 tahun,” tegas Fredy Yudha.

Sementara, Fredy Yudha juga menjelaskan, berdasarkan informasi para juru tagih utang (Debt Collector) ini merupakan pekerja lepas, di salah satu outsourching dari PT yang menyediakan jasa penarikan kendaraan.

Selanjutnya, kejadian tersebut berawal dari keempat pelaku yang mendatangi tempat berjualan korban, dan berniat mengambil sepeda motor yang diduga ditunggak korban.

“Keempat pelaku ingin mengambil motor korban karena sudah menunggak delapan bulan, tapi korban merasa tertekan karena didatangi empat debt collector hingga terkena serangan jantung,” jelas Fredy Yudha.

Sedangkan, pelaku saat melihat korban pingsan, sempat mengantar korban ke rumah sakit. Namun, nyawa kakek tua ini tidak tertolong. Menurut pengakuan pelaku, mereka tidak pernah melakukan tindak kekerasan dalam penarikan kendaraan yang menunggak.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku yang diamankan dijerat dengan pasal 368 KUHP. “Pelaku kita jerat dengan pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara,” tandas AKP Fredy Yudha.

SUMBERMerdeka
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR