Terpidana kasus korupsi e-ktp mantan Ketua DPR RI Setya Novanto.

JAKARTA, harianpijar.com – Terpidana kasus korupsi pengadaan blanko kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP) Setya Novanto yang divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pindana Korupsi (Tipikor) Jakarta, dipastikan tidak akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.

Hal tersebut diketahui, dari belum adanya keputusan banding dari pihak kuasa hukum maupun dari keluarga Setya Novanto. ”Belum ada keputusan akan banding,” kata orang dekat Setya Novanto.

Menurut sumber terpercaya itu, keputusan tidak banding itu disampaikan sendiri oleh Setya Novanto kepada beberapa orang dekatnya. Baik itu keluarga maupun kolega yang menemani Setya Novanto sejak awal persidangan sampai putusan dibacakan pekan lalu.

”Beliau (Setya Novanto-red) menerima putusan hakim, dan tidak akan banding,” ucap sumber itu.

Sementara, menurut kuasa hukum Setya Novanto, Firman Wijaya, mantan ketua umum Partai Golkar itu belum mau memberikan bocoran terkait langkah apa yang akan diambil pascavonis hakim.

Karena itu, pihaknya belum bisa memberikan keputusan banding atau tidak lantaran belum bertemu Setya Novanto selama beberapa terakhir ini. ”Saya belum kembali ke Jakarta,” kata Firman Wijaya.

Sebelumnya, Firman Wijaya dan kuasa hukum Setya Novanto lain, Maqdir Ismail mengaku tidak sependapat dengan putusan hakim. Mereka menilai beberapa pertimbangan dalam putusan hakim yang diketuai Yanto itu kontroversial. Salah satunya terkait dengan tidak tercapainya kinerja PT Sucofindo (rekanan e-KTP) yang dibebankan pada Setya Novanto.

”Rasanya itu memang kurang fair dibebankan semuanya kepada Pak Novanto,” jelas Firman Wijaya.

Namun, meski pun tidak sependapat dengan putusan hakim, tim kuasa hukum Setya Novanto sampai saat ini belum memutuskan untuk mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta.

SUMBERJPNN
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR