Direktur Pencapresan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Alynudin.

JAKARTA, harianpijar.com – Sekretariat Bersama (Sekber) antara Partai Gerindra dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), belum resmi dibentuk. Hal itu disampaikan Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin kepada awak media, di Jakarta, Senin, 30 April 2018.

Menurut  Suhud Alynudin, apa yang terjadi pada Jumat, 27 April 2018, kedua partai baru meresmikan gedung bersama yang akan dijadikan tempat kegiatan terkait pemenangan di Pilpres 2019 mendatang.

“Jadi kemarin itu baru peresmian gedung, belum ada sekber,” kata Suhud Alynudin.

Lebih lanjut, ditegaskan Suhud Alynudin, sekretariat bersama (sekber) akan terbentuk ketika calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) definitif untuk Pilpres 2019 sudah ditentukan partai koalisi.

“Sekber baru akan resmi jika proses penentuan capres dan cawapres selesai di Majelis Syuro PKS dan juga Gerindra,” tegas Suhud Alynudin.

Selanjutnya, Suhud Alynudin juga menjelaskan, pihaknya masih menunggu nama calon presiden (capres) yang sudah diamanatkan Partai Gerindra kepada Ketua Umum Prabowo Subianto. Sementara, menurutnya Majelis Syuro PKS juga akan memberikan sembilan nama cawapres yang akan diserahkan kepada Partai Gerindra.

“Nanti setelah terpilih satu nama di antara sembilan, Gerindra akan serahkan lagi ke PKS dan akan ditentukan oleh Majelis Syuro,” jelas Suhud Alynudin.

Sementara, juga dikatakan Suhud Alynudin, dirinya juga meluruskan soal bantahan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra yang mengaku belum ada komunikasi soal Sekber.

Diketahui, Yusril Ihza Mahendra sebelumnya memprotes ada logo partai yang dipimpinnya di dalam undangan peresmian gedung sekber yang berada di Jalan Amir Hamzah, Jakarta Pusat pekan lalu. Bahkan, selain PBB di dalam undangan juga tercantum logo Partai Amanat Nasional (PAN).

“Kalau itu kami juga kaget. Itu undangan dari pak Taufik, ketua DPD Gerindra Jakarta. Kita kirim perwakilan. Jadi Sekber belum resmi terbentuk,” ujar Suhud Alynudin.

Sementara, Suhud Alynudin juga mengatakan, kendati demikian PKS terus melakukan komunikasi intens dengan PAN dan Partai Demokrat untuk bergabung di dalam sekber Gerindra-PKS yang akan menantang koalisi petahana Joko Widodo (Jokowi) kelak.

Bahkan, komunikasi juga dijalin pula dengan PBB dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

“Kemarin Waketum Demokrat Syarief Hasan sudah datang ke PKS. Dalam waktu dekat pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga mau ketemu PKS. Paling intens [komunikasi] ke PAN dan Demokrat,” tandas Suhud Alynudin. (cnn)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR