Rachmawati Soekarnoputri.

JAKARTA, harianpijar.com – Rachmawati Soekarnoputri meminta Bareskrim Polri mengusut serius kasus saudara kandungnya Sukmawati Soekarnoputri yang dituduhkan melakukan penistaan agama melalui pusi yang dibacanya berjudul ‘Ibu Indonesia’. Lain itu, puisi tersebut dibacakan Sukmawati Soekarnoputri saat menghadiri acara pagelaran Indonesia Fashion Week beberapa waktu lalu.

Menurut Rachmawati Soekarnoputri, puisi itu dinilai menistakan agama dan berunsur SARA karena membandingkan azan dengan kidung serta tusuk konde dan cadar. Karena itu, dirinya meminta pihak kepolisian dapat mengusut secara serius kasus yang menjerat saudara kandungnya tersebut.

“Saya mengharapkan agar semua pihak, Bareskrim menanggapi dengan serius. Karena ini menurut saya, dibandingin dengan kasus Ahok, kalau Ahok spontan, kalau ini sudah jelas ada tertulis. Ini harus ditanggapi serius oleh pihak kepolisian,” kata Rachmawati Soekarnoputri usai menghadiri dialog kebangsaan di Jalan Buncit Raya, Pancoran, Jakarta, Jumat 20 April 2018.

Ditegaskan Rachmawati Soekarnoputri, dirinya juga menyesalkan puisi tersebut. Walaupun, Sukmawati Soekarnoputri merupakan saudara kandungnya, jika ada hal yang tak sesuai maka dirinya tak sungkan mengkritik. Bahkan, dirinya tetap berada pada kebenaran.

“Saya ini mempunyai karakter berpihak kepada kebenaran. Jadi apa pun saya rasakan itu tak berada dalam koridor kebenaran, maka saya akan kritisi,” tegas Rachmawati Soekarnoputri.

Seperti diberitakan, atas puisi yang dibacakannya Sukmawati Soekarnoputri juga telah meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam yang merasa tersinggung karena puisi “Ibu Indonesia”. Bahkan, dirinya juga telah mendatangi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma’ruf Amin dan meminta maaf.