Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

JAKARTA, harianpijar.com – Pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais soal partai Allah dan partai setan, akhirnya berujung dilaporkan ke Polisi.

Menurut Ketua Cyber Indonesia Aulia Fahmi, pihaknya inginkan kasus dugaan ujaran kebencian dan penodaan agama yang dilakukan Amien Rais segera diproses dengan aturan yang berlaku. Bahkan, setelah melaporkan pada Amien Rais Minggu 15 April 2018, hari ini (kemarin-red) 16 Apri 2018,  dirinya datang sendiri ke penyidik untuk meminta diperiksa sebagai pelapor.

“Kenapa hari ini kami datang inisiatif sendiri, karena kami lihat pemberitaan sangat viral. Akhirnya setelah berembuk bersama tim cyber, maka kami datang untuk meminta klarifikasi,” kata Aulia Fahmi saat dikonfirmasi di Polda Metro Jaya, Senin 16 April 2018 malam.

Lebih lanjut, ditegaskan Aulia Fahmi, dirinya membawa dua saksi bernama Husein Shahab dan Muhammad Rizki. Bahkan, menurutnya keduanya diminta untuk ikut diperiksa dalam kasus tersebut dan keduanya juga anggota Cyber Indonesia. Sementara, polisi memeriksa Aulia Fahmi dan kedua saksi yang diajukan itu secara terpisah.

Selanjutnya, pihak kepolisian saat memeriksa dirinya dan kedua saksi melontarkan pertanyaan dan mengklarifikasi laporannya seperti lokasi, waktu kejadian terkait pernyataan Amien Rais yang menyebut partai Allah dan partai setan.

Bahkan, menurut Aulia Fahmi, secepatnya akan memberikan bukti-bukti tambahan bila nantinya polisi kembali memeriksanya sebagai pelapor.

Seperti diberitakan, Ketua Cyber Indonesia Aulia Fagmi melaporkan Amien Rais atas tuduhan menyebarkan ujaran kebencian dan penodaan agama ke Polda Metro Jaya, Minggu 15 April 2018, terkait pernyataan Amin Rais yang juga Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu ketika menyebut partai Allah dan partai setan saat memberikan tausiah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta, Jumat 13 April 2018 pekan baru lalu.

Bahkan, dirinya menganggap, Amien Rais sengaja memprovokasi masyarakat dengan menggunakan dalil agama. Namun, menurutnya pernyataan Amien Rais dianggap bertabrakan dengan konstitusi negara.

Sementara, Amien Rais atas kasusnya disangkakan Pasal 156 a KUHP tentang Penodaan Agama dan Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 a ayat 2 Undang Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

SUMBERJPNN
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR