Tjahjo-Kumolo
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumolo menilai dikotomi Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasioanal (PAN) Amien Rais soal partai Allah dan partai setan merupakan hal yang wajar.

Tjahjo Kumolo menyebut pernyataan Amien Rais yang mendikotomi Partai Allah dan Partai setan tersebut adalah hal yang logis dalam dinamika politik.

“Sesuatu hal yang logis dalam dinamika politik munculnya terminologi partai Allah dan partai setan, atau munculnya partai besar dan kecil,” kata Tjahjo Kumolo melalui pesan singkat, Sabtu, 14 April 2018.

Lebih lanjut, menurut Tjahjo Kumolo, dikotomi yang dilontarkan Amien Rais juga menjadi sah-sah saja dalam demokrasi. Bahkan, dalam pesta demokrasi, dalam hal ini pemilu, terutama Pilpres tentu menghasilkan partai-partai pemenang dan yang kalah.

“Namun demikian dalam tiap kontestasi tentu ada partai menang dan partai kalah,” ujar Tjahjo Kumolo.

Selanjutnya, Tjahjo Kumolo mengatakan, partai pemenang tentu akan membentuk koalisi di pemerintahan, sebaliknya partai yang kalah juga membentuk koalisi oposisi. Bahkan, dirinya menyebut partai-partai yang kalah dengan sebutan ‘Partai Kalahan Indonesia’.

“Partai menang membentuk koalisi pemerintahan. Sedangkan partai kalah silahkan membentuk koalisi oposisi dalam ranah Partai Kalahan Indonesia,” tuturnya.

Seperti diberitakan, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais sebelumnya mendikotomikan partai politik yang ada di Indonesia menjadi dua kutub yaitu partai Allah dan partai setan. Hal itu dirinya sampaikan saat tausiyah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Jumat, 13 April 2018 baru lalu. (cnn)