Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

JAKARTA, harianpijar.com – Pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais soal partai Allah dan partai Setan, menuai beragam polemik.

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Danik Eka Rahmaningtias, PSI berharap tokoh reformasi yang juga mantan Ketua MPR Amien Rais dapat menyampaikan petuah-petuah yang menyejukkan bagi masyarakat. Bahkan, menurutnya Amien Rais juga merupakan tokoh bangsa.

“Sebagai tokoh sepuh bangsa, kami merindukan petuah sejuk dari mantan Ketua MPR dan tokoh reformasi tersebut,” kata Danik Eka Rahmaningtias menanggapi pernyataan Amien Rais, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu 15 April 2018.

Ditegaskan Danik Eka Rahmaningtias, dirinya juga yakin semua partai politik (parpol) berniat berjuang untuk kebaikan bangsa dengan ideologi dan strategi yang tentu saja berbeda-beda. Karena itu, tidak bijak untuk mengkategorikan partai Allah dan partai Setan.

“Sangat tidak bijak untuk mengkategorikan ‘Partai Allah’ dan ‘Partai Setan’. Siapa yang tentukan, dan apa pembuktiannya,” tegas Danik Eka Rahmaningtias.

Selanjutnya, Danik Eka Rahmaningtias juga menjelaskan, dirinya juga bertanya-tanya, dari mana Ketua Dewan Kehormatan PAN mengatakan gerakan ganti presiden yang terjadi di daerah, dikehendaki oleh Allah.

“Sekali lagi, kami mengharapkan petuah yang sejuk dan bijak dari tokoh reformasi,” jelas Danik Eka Rahmaningtias.

Namun, dikatakan Danik Eka Rahmaningtias, jika politikus senior PAN itu bersikukuh mengategorikan partai tertentu sebagai partai Allah, maka hal tersebut sangat melawan logika rakyat Indonesia. Bahkan, menurutnya bila menilik mantan Presiden PKS dan Gubernur Jambi dari PAN, keduanya bisa sampai berurusan dengan KPK.

“Satu sudah terpidana, satu lagi ditahan menunggu persidangan. Atau mungkin ini sebaliknya Pak Amien, bahwa yang Kuasa ingin tunjukkan watak asli partai-partai ini,” tandas mantan Ketum PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah ini.