Presiden Joko Widodo (Jokowi).

SEMARANG, harianpijar.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan fungsi partai politik (parpol) bukan hanya rekrutmen politik atau untuk pemilihan anggota legislatif dan eksekutif, tetapi merupakan hal penting untuk berkomunikasi dengan masyarakat.

Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), kehadiran organisasi dan partai politik (Parpol) di daerah merupakan hal penting untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Karena itu, partai politik (parpol) tidak hanya rekrutmen politik dalam pemilihan anggota legislatif dan eksekutif semata. Tetapi, lebih dapat mengartikulasikan kepentingan masyarakat serta fungsi sosialisasi politik.

“Fungsi parpol antara lain fungsi komunikasi politik, berkomunikasi dengan masyarakat, mengartikulasikan kepentingan masyarakat serta fungsi sosialisasi politik,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri peringatan Hari Lahir (harlah) ke-45 Partai Persatuan Pembangunan di Balairung University Training Centre (UTC), Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 14 April 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dirinya yakin PPP sebagai partai politik (parpol) yang  berbasis Islam dan berusia 45 tahun ini, sudah berkontribusi signifikan dalam membangun keadaban politik di Indonesia.

Karena itu, selain menjadi penampung aspirasi umat Islam, PPP juga dinilai telah menjaga politik Indonesia menjadi politik yang santun, beradab, dan menjunjung tinggi norma agama dan etika sosial.

“Saya meyakini kiprah pemimpin dan kader PPP bisa menjadi teladan masyarakat dalam berpolitik. Menjauhi dan memerangi berita bohong, hoaks, terus menumbuhkan optimisme di tengah masyarakat dan selalu memupuk kerukunan dan kesatuan di seluruh Tanah Air,” tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menjelaskan, dirinya mengapresiasi acara hari lahir PPP yang dikemas dalam bentuk Musyawarah Nasional Alim Ulama ini. Bahkan, menurutnya hal ini merupakan langkah baik bagi keadaban politik Indonesia.

Karena itu, dikatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dirinya mengajak PPP tetap optimistis dalam membangun Indonesia, guna untuk mencapai negara yang adil dan makmur, negara besar yang kuat ekonominya, akan terwujud.

“Kita harus optimis, bahwa cobaan itu ada, ya, bahwa rintangan itu ada, ya. Kita carikan solusi. Tidak ada bangsa yang menjadi besar, menjadi kuat ekonominya, rakyatnya malas-malasan. Enggak ada rumusnya seperti itu. Semuanya pasti harus dilakukan dengan kerja keras, dengan usaha dan ikhtiar dan juga berdoa kepada Allah SWT,” tandas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

loading...