Munas-Ulama-PPP
. (foto: detik/Angling Adhitya Purbaya)

SEMARANG, harianpijar.com – Munas Alim Ulama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar di Semarang berakhir hari ini. Terkait cawapres yang akan mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019, hasil munas masih belum menyebutkan nama, termasuk tidak menyebut nama Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy (Romy).

Menurut Sekretaris Jenderal PPP Asrul Sani, hasil munas tersebut antara lain mengukuhkan komitmen mempertahankan 4 konsensus dan kriteria cawapres pendamping Jokowi.

“Terkait calon presiden dan cawapres, sudah jelas capres yang diusung pak Jokowi, kalau wakil presiden, Munas ini tidak usulkan nama tapi usulkan kriteria yang intinya sama yang sudah jadi keputusan DPP,” jelas Asrul Sani di hotel Patrajasa, Semarang, Sabtu, 14 April 2018.

Asrul Sani mengatakan, intinya, para ulama PPP menegaskan pemerintahan harus dari kalangan nasionalis dan agamis. Dirinya tak menampik nama Romy memang sempat disebut, tapi tetap hasil Munas tidak memunculkan nama karena berpotensi akan memunculkan kegaduhan.

“Mayoritas berpendapat belum saatnya sebut nama karena harus dimusyawarahkan dengan parpol pendukung dan Pak Jokowi. Alim ulama melihat aspek mudarat dan manfaatnya, ketika dirasa mudarat lebih banyak, manfaatnya kan seneng saja ketum dimunculkan. Beliau-beliau lebih konsisten, karena bisa timbulkan kegaduhan baru,” kata Asrul Sani.

Sementara itu, Romy sendiri sebelumnya mengatakan bahwa PPP memang butuh saran para ulama untuk menentukan cawapres. Romy mengakui dorongan dari internal partai agar dirinya maju memang ada, namun tidak dideklarasikan karena harus ada musyawarah dengan partai politik pendukung Jokowi lainnya. (nuch/det)

loading...