Amien-Rais
Amien Rais. (foto: dok. KBN)

SEMARANG, harianpijar.com – Pernyataan Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Amien Rais yang menyebut tentang partai setan dan partai Allah saat memberi ceramah setelah mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat, 13 April 2018, dinilai memancing polemik.

Menurut Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy (Romy), Amien Rais tidak bisa langsung mengelompokkan partai setan dan partai Allah. Dirinya pun meminta Ketua Dewan Kehormatan PAN itu untuk tidak memancing polemik.

“Yang tahu partai Allah atau bukan, ya Allah, bukan Amien Rais. Yang dibuat Pak Amien terlalu simplistic. Yang disebut partai Allah itu minimal berasaskan Islam, tapi yang asas Islam saja belum tentu partai Allah,” kata Romy saat dikonfirmasi di Hotel Patrajasa Semarang, Jumat, 13 April 2018.

Lebih lanjut Romy mengatakan, dirinya tidak mau membuat pengelompokan partai. Karena, menurutnya, pemimpin seharusnya bertutur kata dengan baik.

“Sebagai pemimpin, mestinya makin bijak, tidak memancing polemik dan provokasi pemilih tingkat bawah. Nanti mereka marah dan tidak mampu kendalikan, yang repot yang menyampaikan,” ujar Romy.

Seperti diketahui, saat memberi ceramahnya, Ketua Dewan Kehormatan PAN yang sekaligus Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Amien Rais, berbicara tentang partai setan dan partai Allah.

“Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan,” kata Amien Rais.

“Orang-orang yang anti-Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, yaitu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya. Tapi di tempat lain, orang beriman bergabung di sebuah partai besar, namanya hizbullah, partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan,” sambungnya.

Meski demikian, Amien Rais tidak membeberkan partai apa saja yang menurutnya masuk kategori partai setan. Saat ditanya seusai acara, dirinya menyatakan yang dimaksud adalah cara berpikir, bukan partai dalam konteks politik praktis. (det)