Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romy).

JAKARTA, harianpijar.com – Awal mula Presiden Joko Widodo (Jokowi) diserang isu sebagai keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) itu muncul pertama kali sejak terbitnya tabloid Obor Rakyat saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 silam.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romy) saat memberi sambutan dalam acara munas alim ulama di Semarang, Jawa Tengah, Jumat 13 April 2018.

Menurut Romahurmuziy (Romy), saat itu dirinya menyampaikan kepada Ketua Alkhairaat, Habib Sayid Saggaf Muhammad Al Jufri tentang rencana salah satu oknum pendukung pasangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa untuk membuat tabloid Obor Rakyat. Bahkan, tabloid itu sengaja dibuat untuk memuat tulisan yang menyebut Joko Widodo (Jokowi) sebagai keturunan Tionghoa dan PKI.

“Saya sempat diminta mengoreksi tabloid itu, tapi saya menolak karena ini fitnah. Kalau Pak Prabowo enggak menang, kita bakal dapat masalah, kalau menang ya bisa saja ditutup kasus hukumnya,” kata Romahurmuziy (Romy).

Lebih lanjut, ditegaskan Romahurmuziy (Romy), dirinya saat itu menjadi Wakil Ketua Bidang Strategi Tim Pemenangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa tidak mau mengambil risiko. Namun, menurutnya tabloid tersebut akhirnya tetap dicetak dan dibagikan ke 28 ribu pesantren dan 724 ribu masjid seluruh Indonesia.

Selanjutnya, sejak saat itu isu bahwa Joko Widodo (Jokowi) keturunan PKI semakin santer terdengar. Padahal,  saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo maupun mengikuti Pilgub DKI 2012, Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah diisukan terkait PKI.

Selain itu, Romahurmuziy (Romy) juga menjelaskan, pembuat tabloid Obor Rakyat itu tidak ada dalam struktur tim pemenangan Prabowo Subianto – Hatta Rajasa. Bahkan, pembuatan tabloid Obor Rakyat itu merupakan ulah oknum tak bertanggung jawab yang mendukung pasangan tersebut.

Sementara, menurut Romahurmuziy (Romy), kedua oknum yang membuat tabloid Obor Rakyat itu belakangan divonis penjara oleh majelis hakim.

“Memang waktu itu banyak faksi, ada (pendukung) yang produktif, ada juga yang provokatif. Namanya emosi (hanya berpikir) bagaimana caranya menang,” tegas Romahurmuziy (Romy).

Sedangkan, Romahurmziy (Romy) juga mengatakan, dirinya baru pertama kali mengungkapkan cerita tersebut karena merasa persaingan politik saat ini semakin tidak sehat. Karena itu, sebagai salah satu partai yang mendukung Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, dirinya telah menyampaikan pada kader PPP bahwa isu soal PKI itu adalah hoaks.

“Ini adalah asal muasal Jokowi dilabeli komunis. Maka kami serukan ke kontestasi pilpres mendatang akhirilah fitnah dan hoaks,” ucap Romahurmuziy (Romy).

Kemudian, Romahurmuziy (Romy) kembali menegaskan, bahwa penghembus isu Joko Widodo (Jokowi) PKI merupakan oknum pendukung Prabowo di Pilpres 2014. Bahkan, dirinya membantah bahwa tim tabloid Obor Rakyat bukan dari tim pemenangan Prabowo Subianto yang berpasangan Hatta Rajasa.

“Ya saya katakan bukan tim pemenangan resmi yang membawa itu ada di antara fans Prabowo-Hatta yang pada waktu itu menyodorkan konsep itu kepada saya, saya menolak,” tegas Romahurmuziy (Romy).

Namun, menurut Romahurmuziy (Romy), yang pasti dia pendukung Prabowo Subianto – Hatta Rajasa waktu itu dan menyampaikan konsep yang menurut saya tindakan yang jelas-jelas dilarang Undang-undang Pemilu.

SUMBERCNN Indonesia
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR