Brigjen-Mohammad-Iqbal
Brigjen Mohammad Iqbal. (foto: Jurnal123/Vecky Ngelo)

JAKARTA, harianpijar.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) meminta penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mau bersuara kepada polisi soal nama jenderal yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras.

Pasalnya, menurut Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Mohammad Iqbal, informasi dari Novel Baswedan sangat penting bagi Polisi dalam mengungkap kasus tersebut.

“Catat ini, katakan Jenderal mana, buka, itu sangat berharga, informasi apapun dari masyarakat, dari pelapor, dari mana saja ke penyidik buka, kita akan ucapkan terima kasih,” kata Brigjen Mohammad Iqbal saat dikonfirmasi di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu, 11 April 2018.

Lebih lanjut Brigjen Mohammad Iqbal memastikan, pihaknya akan netral dan terbuka jika benar ada oknum jenderal yang terlibat dalam penyerangan ini. Namun, polisi juga enggan memaksakan untuk segera meminta keterangan Novel Baswedan sebab kesehatannya masih belum stabil.

“Saya kira saudara NB (Novel Baswedan-red) kan masih dalam proses penyembuhan, proses perawatan itu harus kita hargai dong, penyidik tidak boleh memaksa siapapun memberikan keterangan demi kepentingan proses penyidikan,” ujarnya.

Seperti diketahui, Novel Baswedan sebelumnya pernah menyebut ada keterlibatan perwira tinggi Polri dalam kasus penyiraman air keras yang menimpa dirinya.

Pernyataan itu disampaikan Novel Baswedan saat wawancara dengan majalah Time di ruang perawatan di rumah sakit di Singapura. Hasil wawancara tersebut kemudian dipublikasikan di laman Time pada 13 Juni 2017 lalu.

“Saya menerima informasi ada jenderal polisi yang terlibat. Saya pikir informasi itu salah. Tapi, setelah dua bulan penyidikan kasus ini berjalan dan tak ada titik terang, saya pikir informasi itu benar,” kata Novel Baswedan saat itu. (met)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR