Johan-Budi-SP
Johan Budi SP.

JAKARTA, harianpijar.com – Juru Bicara Presiden Johan Budi SP mengatakan pembagian sembako yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung ke daerah sudah lama dilakukan, sehingga dirasa tidak mungkin dikaitkan dengan kampanye Pilpres 2019.

“Bagi-bagi sembako itu dilakukan tidak hanya kemarin itu, itu sudah lama. Jadi nggak make sense (masuk akal) dikaitkan dengan kampanye, apalagi kampanye belum dimulai, pendaftaran juga belum dimulai,” kata Johan Budi saat dikonfirmasi, Selasa, 10 April 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Johan Budi, pembagian sembako itu ada dananya yang berasal dari pos anggaran operasional Presiden. Bahkan, pembiayaan yang merupakan hak Presiden itu diatur dalam Undang-Undang.

“Bagi-bagi sembako itu ada dananya memang ada, namanya Dana Opersaioal Presiden, dan bantuan Presiden itu ada dalam peraturan Kementerian Sekretariat Negara dan Dana Operasional Presiden itu dilaksanakan atas perintah Presiden. Presiden ingin membantu rakyat kecil dengan memberikan sembako. Apa yang salah?” ujar Johan Budi.

Selanjutnya, Johan Budi juga menjelaskan, jika penggunaan kemasan pembagian sembako itu menggunakan tas berlogo Istana Kepresidenan, hal itu juga wajar. Karena, Jokowi adalah Presiden dan pembagian sembako itu menggunakan dana operasionalnya.

“Pakai tas istana? Loh, memang itu dari Presiden kok. Seperti sepeda hadiah Presiden Jokowi dan dana DOP juga dimiliki oleh Wakil Presiden, dikelola oleh Kepala Sekretariat Presiden yang di bawah Kementerian Sekretariat Negara. Jadi tidak ada yang dilanggar dari sisi aturan dan kedua, tidak ada kaitannya dengan kampanye dan ini dilakukan sejak zaman dulu, kenapa baru sekarang dikritik,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai pembagian sembako ke warga yang dilakukan Presiden Jokowi saat berkunjung ke daerah sebagai bentuk kampanye jelang Pilpres 2019.

Dirinya mempertanyakan penggunaan aparat kepolisian yang membantu distribusi pembagian sembako Presiden Jokowi di Sukabumi, Jawa Barat. Karena, menurut Fadli Zon, hal tersebut menimbulkan kesan negatif di masyarakat.

“Aparat, kepolisian, Paspampres membagi-bagi sembako, kita nggak tahu tujuannya seperti apa ya. Tentu saja rakyat langsung berinterpretasi, wah ini tujuannya untuk Pilpres 2019,” kata Fadli Zon saat dikonfirmasi, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 10 April 2018.

Selain itu, Fadli Zon juga mempermasalahkan dana yang digunakan Presiden Jokowi dalam program bagi-bagi sembako tersebut. Menurutnya, Presiden Jokowi harus menjelaskan dari mana asal uang tersebut.

“Ini menurut saya nggak pas. Kalau mau dibagikan-bagikan itu secara sistematis dan itu harus jelas ini dari presiden pribadi, presiden sebagai presiden menggunakan dana presiden atau dari mana,” tandasnya. (det)

loading...