Presiden Joko Widodo (Jokowi).

JAKARTA, harianpijar.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) disarankan oleh Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) agar tidak lagi melakukan bagi-bagi sembako saat berkunjung ke daerah.

Menurut Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat Bagja, pembagian sembako dapat diasumsikan sebagai bentuk kegiatan kampanye oleh sejumlah pihak.

“Kami harapkan sekarang tidak bagi-bagi sembako,” kata Rahmat Bagja saat dikonfirmasi, di kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa 10 April 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Rahmat Bagja, alangkah baiknya jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kinerja yang sudah dilakukan selama menjadi presiden, misalnya berhasil membangun infrastruktur di berbagai daerah seperti jalan tol, pelabuhan, bandara dan lain-lain.

“Masyarakat kita juga bukan fakir miskin semua kan,” tegas Rahmat Bagja.

Sementara, pekan lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) diketahui sempat melakukan bagi-bagi sembako saat kunjungan ke Sukabumi, Jawa Barat. Bahkan, kegiatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut ramai dibicarakan dan Bawaslu mengetahui hal tersebut melalui media massa dan media sosial.

“Ini temuan masyarakat bukan temuan panwas,” ucap Rahmat Bagja.

Selanjutnya, Rahmad Bagja juga menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi perbincangan di dunia media sosial. “Salah satu penyebabnya, beredar potongan kupon bertuliskan Kupon Sembako Kunjungan Kerja Presiden RI berstempelkan Polri Resor Sukabumi,” jelas Rahmad Bagja.

Sementara, menurut Kepala Staf Presiden Moeldoko, pembagian sembako yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kunjungan ke daerah bukan bentuk kegiatan kampanye terutama menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Bahkan, pembagian sembako diketahui telah dilakukan sejak awal Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai Presiden.

loading...