Tsamara-Amany
Tsamara Amany. (foto: Dok. PSI)

JAKARTA, harianpijar.com – Peneliti dari Indonesian Watch for Democracy Abi Rekso menilai Wasekjen Partai Gerindra Sudaryono bertindak konyol dengan meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menegur Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait komentar Tsamara Amany soal Presiden Rusia Vladimir Putin.

Bahkan, menurut Abi Rekso, Sudaryono juga mendesak PSI meminta maaf kepada Rusia demi menjaga hubungan baik dengan Indonesia.

“Bukankah dari pernyataan itu, terbaca oleh kita, cara pandang yang konyol. Meminta Kemlu RI, agar warga negara Indonesia meminta maaf adalah konyol dan kekanak-kanakan” kata Abi Rekso, Senin, 9 April 2018.

Lebih lanjut Abi Rekso menjelaskan, tugas Kemlu adalah menjaga hubungan diplomatik secara bilateral, regional, multilateral dan Internasional. Selain itu, Kemlu juga melakukan perlindungan hak warga negara Indonesia di luar negeri.

Terkait respons media Rusia, RBTH Indonesia kepada Ketua DPP PSI Tsamara Amany, Abi Rekso menyebut itu merupakan hal biasa. Bukan indikasi hubungan Indonesia-Rusia memburuk seperti yang digembar-gemborkan Sudaryono.

Karena itu, menurutnya, sebuah hubungan diplomatik tidak akan semudah itu renggang. Apalagi, TNI dan militer Rusia punya kerjasama di bidang pelatihan dan teknologi.

“Saya pastikan Sudaryono tidak punya buku karya Ibu Miriam Budiarjo (Pengantar Ilmu Politik). Biasanya mahasiswa semester satu menyebutnya, buku biru,” ujar Abi Rekso.

Sebelumnya, Sudaryono mengatakan, kritik Tsamara Amany terhadap Rusia dan kepemimpinan Vladimir Putin bisa merusak hubungan antara Indonesia dengan Negeri Beruang Merah tersebut. (jpn)

loading...