Sekretaris Persaudaraan Alumni (PA) 212, Bernard Abdul Jabbar

JAKARTA, harianpijar.com – Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyatakan tidak akan pernah mencabut laporan kepolisian terhadap Sukmawati Soekarnoputri yang juga merupakan adik kandung mantan Presiden Megawati Soekarnoputri itu, atas kasus puisi yang diduga mengandung unsur pelecehan agama.

Menurut Sekretaris Persaudaraan Alumni (PA) 212, Bernard Abdul Jabbar, PA 212 akan terus mengawal kasus Sukmawati Soekarnoputri tersebut hingga dituntaskan polisi.

“Sikap dari Persaudaraan Alumni 212 tetap akan terus mengawal laporan yang sudah dilaporkan beberapa waktu lalu, dan kita tidak akan pernah mencabut atau berupaya untuk melakukan pencabutan terhadap laporan itu,” kata Bernard Abdul Jabbar, saat dikonfirmasi media, Minggu 8 April 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Bernard Abdul Jabbar, sikap PA 212 tersebut sudah melalui kesepakatan bersama di internalnya dan tidak akan berubah. Bahkan, PA 212 akan mengawal sejauh mana kasus puisi Sukmawati Soekarnoputri itu diproses oleh polisi dapelaporan ini juga sebagai bentuk penyampaian aspirasi dari umat Islam.

“Kami melaporkan ini supaya apa yang dilakukan oleh Bu Sukmawati ini tidak terjadi lagi oleh siapapun. Kalau kemudian tidak ada efek jera dan kemudian dimaafkan ya selesai sudah. Nanti orang akan melakukan lagi seperti itu,” tegas Bernard Abdul Jabbar.

Seperti diketahui, pada 4 April 2018 lalu PA 212 melalui beberapa anggotanya melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Polri atas puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ yang diduga berunsur pelecehan agama.

Selain itu, PA 212 juga menilai permintaan maaf tidak boleh jadi penghalang tegaknya hukum di Indonesia. Menurut mereka, buat apa ada polisi kalau semua kejahatan selesai dengan permintaan maaf. Bahkan, pimpinan PA 212 juga meminta jangan menegakkan hukum berat sebelah.

Karena, Sebab, saat kelompok umat Islam yang dituduh menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian kepada pemerintah, polisi begitu sigap memeriksa dan menahan. Namun, ketika kelompok yang anti umat Islam menghina agama Islam, polisi terkesan lamban bertindak.

SUMBERRepublika
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR