jokowi-1
Presiden joko Widodo (Jokowi).

BOGOR, harianpijar.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri Konvensi Nasional Galang Kemajuan 2018, meminta masyarakat tidak boleh pesimis mengenai ramalan Indonesia bubar pada tahun 2030, seperti yang pernah disampaikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), rasa optimis harus terus tumbuh di dalam diri masyarakat. Gunanya untuk menghadapi tantangan yang muncul akibat perubahan dunia yang begitu cepat.

“Perubahan revolusi industri 4.0 misalnya, yang melibatkan advance robotic, artificial intelligence, dan teknologi-teknologi terbaru yang kadang sekarang baru kita belajar besok sudah ganti lagi,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Jawa Barat, Sabtu 6 April 2018.

Ditegaskan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Indonesia akan menjadi negara yang besar dengan perekonomian kuat. Namun, menurutnya untuk menuju ke sana, terlebih dulu harus menghadapi berbagai cobaan.

“Negara kita Indonesia akan menjadi sebuah negara besar, negara kuat ekonominya, memang melalui ujian-ujian, tidak mungkin instan. Melalui cobaan-cobaan. Mampu menghadapi tantangan-tantangan, mampu menghadapi rintangan-rintangan. Nggak mungkin enak-enakan langsung menjadi negara besar, negara kuat. Nggak ada rumusnya seperti itu,” tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Karena itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat juga jangan terbiasa dengan sesuatu yang instan. “Nggak ada. Lupakan itu. Nggak mungkin kita tahu-tahu meloncat menjadi negara besar. Pasti melalui tahapan-tahapan yang panjang dan melalui ujian yang tidak ringan,” ucap Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selanjutnya, juga dikatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Indonesia harus menjadi negara yang tahan uji. Masyarakat harus bekerja keras dan tidak boleh pesimis.

“Kita memang harus tahan uji, harus tahan banting, harus kerja keras, harus berusaha. Jangan malah pesimis 2030 bubar. Pemimpin itu harus memberikan optimisme kepada rakyatnya. Pemimpin itu harus memberi semangat kepada rakyatnya,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kemudian, Presiden Joko Widopdo (Jokowi) juga menjelaskan, memang banyak yang berbicara pahit mengenai Indonesia ke depannya. Namun, bukan jadi alasan untuk pesimis dan bermalas-malasan.

“Meski tantangannya berat, meski tantangannya tidak gampang. Memang mungkin ada yang berbicara sekarang kita pahit, nggak apa pahit. Memang mungkin kita susah, susah nggak apa,” jelas Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Namun, menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), kita melihat bahwa ada titik terang yang kita tuju. “Kita tidak bisa bermanja-manja dan bermalas-malasan kemudian tiba-tiba jadi negara kuat,” mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

SUMBERdetik
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR