prabowo-4-cawapres
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

JAKARTA, harianpijar.com – DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terkesan ragu dan penuh kegalauan menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Menurut salah seorang pimpinan DPP PKS Nasir Djamil, keraguan dan kegalauan yang dialami Prabowo Subianto untuk maju sebagai calon presiden (Capres) di Pilpres 2019, itu merupakan hal yang wajar. Karena,  Prabowo mencoba belajar dari kegagalan yang pertama dan kedua.

“Jadi memang tentu saja fenomena ini menurut saya sesuatu yang biasa juga. Prabowo ini kan sama Megawati sudah pernah maju, kemarin juga maju, nah ini kan yang ketiga dia mencoba, belajar dari yang pertama dan kedua. Kalau sedikit galau biasa lah itu,” kata Nasir Djamil, kepada awak media, Jumat 6 April 2018.

Sementara, apakah keraguan dan kegalauan Prabowo Subianto menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, harus melepas tiket calon presiden (capres) ke tokoh lain.

“Menurut saya memang ya kalau tiketnya dikasih orang, semua kader pasti bagaimana gitu ya. Apalagi dikasih ke orang yang nggak punya saham membesarkan partai ini kan akan menggores kader partai,” ucap Nasir Djamil.

Ditegaskan Nasir Djamil, dirinya enggan berspekulasi lebih jauh soal masa depan Prabowo Subianto di Pilpres 2019. “Bagaimana ujungnya saya nggak tahu, kan bisa saja ini bagian dari Prabowo Subianto melihat respons masyarakat,” tegas Nasir Djamil.

Seperti diberitakan, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengisyaratkan pesan keraguan saat ditanya waktu deklarasi pencalonan dirinya sebagai calon presiden.

“Deklarasi itu kalau ada tiket, kan belum ada tiket dan kita kan belum tentu situasi berkembang kan ya kita bersabar-sabarlah, kita cari yang terbaik,” kata Prabowo Subianto di sela Rakernas Bidang Hukum dan Advokasi DPP Gerindra di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis 5 April 2018 kemarin.