Hasto-Kristiyanto-1
Hasto Kristiyanto. (foto: VIVA/Muhamad Solihin)

JAKARTA, harianpijar.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan tidak merasa khawatir akan peristiwa yang sedang terjadi pada Sukmawati Soekarnoputri.

Meskipun, menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto, ada sebagian kelompok yang mengaitkan Sukmawati Soekarnoputri yang merupakan trah Presiden Soekarno dengan PDIP secara negatif.

“Kami tidak khawatir,” kata Hasto Kristiyanto saat berkunjung ke salah satu redaksi, Kamis, 5 April 2018.

Namun, dikatakan Hasto Kristiyanto, pihaknya akan tetap mencermati adanya beberapa partai atau kelompok yang berharap peristiwa tersebut bisa menggerus elektabilitas PDIP. Untuk itu, dirinya berharap permintaan maaf secara tulus yang sudah disampaikan Sukmawati Soekarnoputri dapat dipandangan secara positif.

“Tapi kalau ada isu tokoh atau pemimpin yang dimainkan tentu saja akan menjadi perhatian kami. Bisa terlihat siapa yang paling berteriak, ada mobilisasi aksi. Tapi permintaan maaf sudah buat citra positif. Kami tidak lihat itu sebagai tindakan menjatuhkan,” jelasnya.

Hasto Kristiyanto mengatakan, peristiwa ini hendaknya dijadikan pembelajaran berharga bagi pemimpin dan tokoh besar lainnya di negeri ini. Karena, tidak selayaknya seorang pemimpin memasuki ranah SARA karena hal itu topik yang sangat sensitif.

Selain itu, menurut Hasto Kristiyanto, sikap Sukmawati Soekarnoputri juga harus dijadikan contoh. Adik kandung Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu telah menyesali tindakannya dan berbesar hati untuk melakukan tabayyun dan meminta maaf terkait polemik puisi ‘Ibu Indonesia’.

Dengan dasar itu, pihaknya berharap agar publik tak perlu lagi membesar-besarkan polemik tersebut dan menerima maaf Sukmawati Soekarnoputri.

“Sebagai bangsa yang besar, seharusnya kita memberikan kesempatan ketika seseorang sudah meminta maaf dan memberikan maaf pada siapapun,” ujar Hasto Kristiyanto.

Seperti diketahui, Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi bertajuk ‘Ibu Indonesia’ dalam gelaran ’29 Tahun Anne Avantie Berkarya’ di Indonesia Fashion Week 2018. Puisi itu kemudian mendapat protes dari sebagian umat Islam di Indonesia.

Sukmawati Soekarnoputri pun akhirnya meminta maaf dan mendatangi Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk klarifikasi soal isi puisi tersebut. (cnn)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR