Sekretaris Jenderal Kaukus Pembela Imam Besar Rizieq Shihab, Dedi Suhardadi.

JAKARTA, harianpijar.com – Sekretaris Jenderal Kaukus Pembela Imam Besar Rizieq Shihab yang juga mewakil Persaudaraan Alumni 212, Dedi Suhardadi, menyatakan meskipun Sukmawati Soekarnoputri sudah meminta maaf, dirinya menilai puisi Ibu Indonesia itu tak bisa dimaafkan di mata hukum.

Menurut Dedi Suhardadi, dirinya meminta Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya tetap melanjutkan laporan terkait kasus puisi Sukmawati Soekarnoputri, meskinpun Sukmawati Soekarnoputri sudah meminta maaf.

“Mungkin secara pribadi saya memaafkan, tapi proses hukum sudah berjalan dan tidak akan dicabut,” kata Dedi Suhardadi saat dikonfirmasi, Kamis 5 April 2018.

Sementara, juga ditegaskan Dedi Suhardadi, dirinya memprotes isi puisi karangan putri Soekarno atau Presiden Pertama RI itu. Karena, menurutnya azan merupakan alunan yang sangat merdu dan tak bisa ada bandingnya dengan apa pun. Begitu juga halnya dengan dengan cadar, bagi muslimah hal tersebut adalah syariat menutup aurat dan tidak sebanding dengan sari konde.

Sedangkan, menurut koordinator Humas PA212 Novel Bamukmin, apa yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri jauh lebih parah dari yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Karena itu, sudah sepatutnya kasus dilanjutkan.

“Ahok sudah dihukum karena ucapannya yang spontan, kalau ini sudah dirancang, jadi harus dilanjutkan proses,” kata Novel Bamukmin.

Seperti diketahui, laporan dari PA212 ini diterima Bareskrim Polri dengan nomor register LP/455/IV/2018. Sukmawati Soekarnoputri sebagai terlapor disangkakan Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama.

SUMBERJPNN
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR