Basuri Tjahaja Purnama adik kandung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

JAKARTA, harianpijar.com – Basuri Tjahaja Purnama adik kandung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), keberatan dengan pidato Yusril Ihza Mahendra yang menyinggung sosok ayahnya bernama Indra Tjahaja Purnama yang punya nama keturunan Tjoeng Kim Nam, yang telah meninggal.

Menurut Basuri Tjahaja Purnama, ayahnya Indra Tjahaja Purnama berasal dari kampung Aik Tangga, Belitung Timur. Bahkan, ayahnya lahir di kampung tersebut.

“Memang ayah saya punya nama keturunan, Tjoeng Kim Nam, tapi punya nama Indonesia juga,” kata Basuri Tjahaja Purnama.

Lebih lanjut, ditegaskan Basuri Tjahaja Purnama, semasa hidupnya ayahnya hanya menceritakan tentang hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia. Bahkan, ayahnya juga pernah membantu pembangunan masjid di kampungnya.

“Ayah saya membantu bangun pondasi masjid. Pintar ayah saya, karena yang namanya pondasi itu tidak akan dibongkar walaupun ada renovasi,” tegas Basuri Tjahaja Purnama.

Lain itu, Basuri Tjahaja Purnama menjelaskan, dirinya sempat marah ketika nama ayahnya disinggung dalam pidatonya Yusril Ihza Mahendra. Bahkan, dirinya juga heran mengapa demi kepentingan politik lalu menyinggung ayahnya yang telah wafat sejak tahun 1997.

“Tapi ya mbok ini kan sudah besar semua, babe saya sudah meninggal tahun ’97, orang lagi rayain paskah kok babe diomongin. Menurut saya yang sopanlah kita ini hidup berbangsa harus menghargai,” jelas Basuri Tjahaja Purnama yang juga mantan Bupati Belitung Timur itu.

Sementara, dikatakan Basuri Tjahaja Purnama, dirinya mencoba berpikir positif, mungkin maksud Yusril Ihza Mahendra bicara begitu bermaksud mengingatkan kalau kakak kandungnya (Basuki Tjahaj Purnama alias Ahok-red) sebetulnya berpotensi untuk jadi Presiden RI. Namun, hanya saja ada masalah kewarganegaraan yang mengganjal menurut tafsirannya.

“Intinya kenapa mesti takut dengan Ahok? Kalau Ahok jadi capres memang siapayang mau milih? Saya bingung sebagai adik, kalau takut (Ahok) jadi presiden, adiknya saja sudah jadi presiden, (tapi) saya presiden direktur,” ucap Basuri Tjahaja Purnama.

Sedangkan sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra dalam salah satu bagian pidatonya yang disampaikan saat pembukaan tabligh akbar Kongres Umat Islam di Sumatera Utara, Jumat, 30 Maret 2018 menyatakan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak bisa jadi Presiden Republik Indonesia. Karena, menurutnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bukan orang Indonesia asli.

“Ahok tidak lahir sebagai orang Indonesia, Bapak Ahok–Tjoeng Kim Nam– itu Warga Negara Tiongkok dan ketika ada penentuan kewarganegaraan tahun 1962, Tjoeng Kim Nam memilih kewarganegaraan Tiongkok. Ahok lahir tahun ’66, otomatis jadi Warga Negara Tiongkok, bisa dilihat itu di catatan sipil,” kata Yusril Ihza Mahendra dalam salah satu bagian pidatonya.

Bahkan, menurutnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) baru jadi WNI sekitar tahun 1980-an. Sementara diketahui, Yusril Ihza Mahendra dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memang berasal dari daerah yang sama yakni Belitung Timur.

Sementara, dikataka Yusril Ihza Mahendra, dirinya tak sekadar membahas tentang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di pidato tersebut. Namun, setelah memaparkan soal perubahan pasal tentang syarat menjadi Presiden RI, barulah dirinya bicara soal ayah Ahok, Indra Tjahaja Purnama alias Tjoeng Kim Nam.

“Di situ saya nyeletuk soal Ahok, saya bilang Ahok tak bisa jadi presiden, sebab Ahok bapaknya WNA,” kata Yusril Ihza Mahendra saat dikonfirmasi secara terpisah.

loading...