Gubernur Jambi Zumi Zola.

JAKARTA, harianpijar.com – Gubernur Jambi Zumi Zola rencananya akan kembali jalani pemeriksaan, terkait proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Zumi Zola sebagai tersangka suap dan gratifikasi, pekan ini.

Menurut Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, KPK akan memanggil kembali Gubernur Jambi Zumi Zola dan rencananya akan dilakukan pekan ini.

“Kan ada pemeriksaan lagi, kalau enggak salah minggu ini (pemeriksaan Zumi Zola),” kata Agus Rahardjo, saat dikonfirmasi di gedung KPK, Jakarta, Selasa 3 April 2018.

Sementara, menurut jurubicara KPK Febri Diansyah, untuk mempermudah proses penyidikan, KPK meminta Zumi Zola memenuhi panggilan selanjutnya dan bersikap kooperatif. Bahkan, sikap kooperatif Zumi Zola akan mempermudah penyidikan kasus yang menjeratnya.

Lebih lanjut, Febri Diansyah menegaskan, KPK tak ambil pusing dengan alasan Zumi Zola yang mangkir dari panggilan kemarin, lantaran belum menerima surat panggilan. Namun, menurutnya surat panggilan yang dikirimkan penyidik KPK telah diterima pihak orang nomor satu di Jambi tersebut.

“Yang pasti KPK sudah menyampaikan ke rumah dinas Gubernur dan sudah diterima oleh salah satu petugas di sana,” tegas Febri Diansyah.

Sedangkan, kuasa hukum Zumi Zola, Muhammad Farizi secara terpisah mengatakan, pihaknya sudah menerima surat panggilan yang baru dari KPK terkait agenda pemeriksaan selaku tersangka suap dan gratifikasi.

“Ya sudah diterima,” ucap Muhammad Farizi.

Selain itu, juga dikatakan Muhammad Farizi, pihaknya akan menggelar jumpa pers untuk menjelaskan pemeriksaan Zumi Zola dalam kasus suap dan gratifikasi itu. Namun, dirinya tak mau menyebut apakah pemeriksaan kliennya bakal dilakukan pada pekan ini.

“Rencana saya akan jumpa pers besok untuk meluruskan berita yang simpang siur,” jelas Muhammad Farizi.

Sementara, Gubernur Jambi Zumi Zola sebelumnya, Senin 2 April 2018 mangkir dari pemeriksaan kedua dalam kapasitasnya sebagai tersangka. Lain itu, mantan Bupati Tanjung Jabung Timur tersebut tidak memenuhi panggilan penyidik dengan alasan belum menerima surat panggilan dari penyidik KPK.

Seperti diberitakan, Gubernur Jambi Zumi Zola bersama dengan Plt Kadis PUPR Jambi Arfan ditetapkan sebagai tersangka suap dan gratifikasi atas proyek-proyek di Pemprov Jambi. Keduanya diduga menerima Rp6 miliar yang digunakan sebagai ‘uang ketok’ agar DPRD Jambi memuluskan APBD Jambi tahun anggaran 2018.

loading...