Sukmo-Harsono
Sukmo Harsono. (foto: Medcom/Siti Yona Hukmana)

JAKARTA, harianpijar.com – Partai Bulan Bintang (PBB) angkat bicara soal sikap elite partai politik yang saling balas-membalas soal perlunya sosok pemimpin seperti di negara tertentu.

Ketua Bidang Pemenangan Presiden PBB Sukmo Harsono menilai perang opini antara elite tersebut merupakan sikap yang memalukan. Lantaran, sikap tersebut seolah menunjukkan bahwa tidak ada lagi sosok terbaik dari dalam negeri.

Menurut Sukmo Harsono, dengan adanya saling balas tersebut, rakyat Indonesia disuguhi perdebatan norak yang terjadi antara elite partai politik.

“Fadli zon mengatakan Indonesia butuh sosok seperti Vladimir Putin, dibantah oleh PKS, yang bilang butuh sosok Erdogan, disanggah lagi oleh PAN, yang mengatakan lebih butuh sosok Lee Kuan Yew sementara Ahmad Baidowi, PPP, menyebut Fadli Zon kebanyakan nyinyir,” ujar Sukmo Harsono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 31 Maret 2018.

Sukmo Harsono mengatakan, aksi para elite tersebut secara tidak langsung memberikan penilaian tentang betapa rendahnya anak-anak Indonesia sendiri sehingga seolah tidak ada sosok yang mumpuni. Hal ini justru mengabaikan persoalan mendasar di negara sendiri.

“Ini sangat memalukan dan norak,” tegasnya.

Sedangkan, menurut Sukmo Harsono, saat ini masalah bangsa Indonesia ke depan sudah jelas yaitu soal bagaimana membayar utang akibat pembangunan infrastruktur yang masif oleh rezim pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Pembangunan ini, tambahnya, dilakukan dengan menggunakan dana utang.

Selain itu, permasalahan lain yang justru harus disorot adalah potensi terpecahnya wilayah akibat politik SARA dan kemiskinan yang tak kunjung menemukan solusi strategis.

“Sudah jelas masalah bangsa ini adalah potensi deintregrasi wilayah akibat politik SARA yang kotor, sudah jelas masalah bangsa ini adalah potensi menjadi bangsa miskin ada di depan mata, dan konflik regional khususnya dengan Cina,” kata Sukmo Harsono.

Dirinya pun mengatakan, seharusnya sosok pemimpin yang mampu mengatasi semua permasalahan itulah yang harus disodorkan kepada masyarakat, bukan mengidolakan sosok asing. Karena, menurut Sukmo Harsono, Indonesia tidak kekurangan sosok untuk maju di Pilpres 2019.

Bahkan, dirinya mengatakan, Jokowi bisa menjadi lebih baik jika ada wapres yang lebih baik dalam waktu ke depan.

“Ada Prabowo, ada Yusril Ihza Mahendra, ada Zulkifli Hasan, ada Gatot Nurmantyo dan lainnya. Mereka tinggal bagaimana memasangkan agar jadi kekuatan yang ideal, begitu aja kok repot,” tandas Sukmo Harsono. (nuch/rep)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR