Hasto-Kristiyanto-1
Hasto Kristiyanto. (foto: VIVA/Muhamad Solihin)

JAKARTA, harianpijar.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mewajibkan secara khusus kader dan petugas partai untuk membayar iuran sebanyak tiga kali dalam setahun.

Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto, saldo rekening milik partainya saat ini bernilai sekitar Rp22 miliar. Lain itu, uang tersebut bersumber dari iuran yang ditransfer ke rekening ‘Gotong Royong’.

“Saldo rekening gotong royong sejak diluncurkan pada 20 Oktober 2015 terkumpul sebanyak Rp22 miliar,” kata Hasto Kristiyanto saat menerima kunjungan Komisi Informasi Pusat (KIP) di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu 28 Maret 2018.

Lebih lanjut, Hasto Kristiyanto menegaskan, sumber keuangan PDIP tidak hanya berasal dari kader, melainkan juga berasal dari petugas partai yang menduduki jabatan publik hingga pengusaha dan masyarakat umum.

“Kami tidak lihat besar kecilnya, tetapi kepada tanggung jawab,” tegas Hasto Kristiyanto.

Sementara, dijelaskan Hasto Kristiyanto, penggunaan uang iuran tersebut juga tidak hanya untuk kepentingan kampanye, tapi 50 persen untuk pendidikan politik dan kaderisasi, 10 persen untuk pemberdayaan perempuan, 20 persen untuk kerakyatan, dan 20 persen manajemen partai.

“Anggaran kami juga diaudit oleh akuntan publik Paul Hadiwinata,” jelas Hasto Kristiyanto.

Dikatakan Hasto Kristiyanto, pembentukan rekening gotong royong, merupakan cara PDIP untuk mandiri. Dirinya yakin dengan tidak mengandalkan bantuan dari pemerintah PDIP bisa menjadi partai yang kuat.

“Jadi program ini kami luncurkan karena kami percaya kami akan berdaulat, kami akan berdiri di atas kaki kami sendiri apabila kami juga berdikari dalam pengelolaan keuangan partai,” ucap Hasto Kristiyanto.

Sedangkan, menurut Hasto Kristiyanto, terkait dengan anggaran partai, dirinya berharap pemerintah dapat meniru negara lain. Karena, bantuan keuangan partai dari pemerintah masih jauh dari proporsional.

SUMBERCNN Indonesia
BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR