Anies-Baswedan
Anies Baswedan. (foto: dok. Poskotanews)

JAKARTA, harianpijar.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengirimkan surat keputusan pencabutan tanda usaha kepada Grup Alexis pada Kamis, 22 Maret 2018. Grup Alexis diberi batas waktu lima hari dan diminta untuk menutup semua unit usahanya besok.

Menurut Anies Baswedan, terhitung sejak Jumat, 23 Maret 2018, batas waktu tersebut habis hari ini sehingga besok Grup Alexis harus menutup semua unit usahanya.

“Diberi waktu sampai dengan besok untuk menghentikan seluruh kegiatan usaha pariwisatanya,” ujar Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa, 27 Maret 2018.

Lebih lanjut Anies Baswedan menjelaskan, dasar penutupan tersebut ditujukan kepada PT Grand Ancol Hotel yang terletak di Jalan RE Martadinata No 1, Jakarta Utara. Dirinya menegaskan, pihaknya akan melakukan penindakan jika belum dilakukan penutupan.

“Apabila besok belum dilakukan penutupan, maka Pemprov akan melakukan penindakan,” kata Anies Baswedan.

Anies Baswedan mengatakan, Grup Alexis telah melanggar Perda Pasal 14 Nomor 6 Tahun 2015. Dirinya menindaklanjuti laporan dari media massa yang menjadi awal penutupan tersebut.

“Khususnya peraturan daerah Pasal 14 Perda Nomor 6 Tahun 2015. Bermula dari laporan yang dimuat oleh majalah yang kemudian kita tindaklanjuti. Kita investigasi lengkap, mengumpulkan seluruh informasi, sumber-sumber dan sampai pada kesimpulan bahwa telah terjadi pelanggan perda,” ungkap Anies Baswedan.

Anies Baswedan mengaku pihaknya tidak menemukan pelanggaran terkait narkoba, namun ditemukan pelanggaran terkait praktik prostitusi dan perdagangan manusia.

“Bukan narkoba, kita tidak lihat, tapi praktik prostitusi. Praktik perdagangan manusia, kita temukan,” tandasnya. (nuch/det)

loading...