Eggi-Sudjana
Eggi Sudjana. (foto: detik/Rengga Sancaya)

JAKARTA, harianpijar.com – Upaya peninjauan kembali (PK) yang diajukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditolak oleh Mahkamah Agung (MA). Terkait hal itu, Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana menyebut prosedur PK yang ditempuh Ahok memang salah.

“Tanggapannya ketawa dulu. Ditolak itu maknanya tak benar yang ditempuh PK. Jadi Ahok dan para pendukungnya mesti ngerti hukum,” ujar Eggi Sudjana seperti dilansir dari detik, Senin, 26 Maret 2018.

“Waktu itu kan saya sempat sampaikan alasan. Alasannya ada 3, pertama harus ada novum. Kedua, mesti ada kekhilafan hakim. Ketiga, harus ada pertentangan hukum dalam menetapkan putusan,” lanjutnya.

Menurut Eggi Sudjana, ketiga alasan tersebut tidak terpenuhi dalam kasus Ahok. Apalagi, awalnya, Ahok menyatakan menerima putusan atas vonis 2 tahun penjara.

“Itu semua tak terpenuhi dengan PK Ahok. Karena Ahok tak ajukan banding dan kasasi. Tiba-tiba loncat PK, ini menghina prosedur hukum. Lalu, bagaimana logika bisa PK?” jelas Eggi Sudjana.

“Ketika Ahok terima putusan hukum 2 tahun. Kalau terima putusan hukum, itu artinya mengakui tak ada kekhilafan hakim, tak ada pertentangan lagi, dan tak ada novum. Karena kan sudah terima. Sekarang mereka baru tahu setelah PK ditolak. Mesti sadar hukum tuh,” imbuhnya.

Sementara itu, kuasa hukum Ahok, Josefina Agatha Syukur mengaku bahwa pihaknya belum menerima putusan dari MA. “Kami belum terima pemberitahuan (MA),” ujarnya saat dikonfirmasi secara terpisah.

Mahkamah Agung (MA) memutuskan menolak peninjauan kembali (PK) yang diajukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait vonis 2 tahun penjara atas kasus penistaan agama. Putusan MA itu diketok secara bulat oleh Artidjo Alkostar, Salman Luthan, dan Margiatmo.

“Sudah diputus. Hasilnya menolak,” kata juru bicara MA hakim agung Suhadi, Senin, 26 Maret 2018. (nuch/det)