Prabowo-Subianto
Prabowo Subianto. (foto: Antara Foto)

JAKARTA, harianpijar.com – Wacana koalisi empat partai politik, yakni Partai Gerindra, PKS, PAN, dan PBB, yang diusulkan oleh pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dinilai tidak memiliki tokoh kharismatik yang mampu menyaingi Joko Widodo (Jokowi).

Lain itu, koalisi juga dinilai belum mampu menjadi penyeimbang kekuatan poros Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.

Menurut pengamat politik dari Universitas Indonesia Cecep Hidayat, jika empat partai politik tersebut punya tokoh yang kharismatik dan relatif bisa mengikat semua, persoalan pengajuan calon menjadi tidak masalah.

“Tapi persoalannya, sosok yang demikian belum ada,” kata Cecep Hidayat di Jakarta, Sabtu, 24 Maret 2018.

Lebih lanjut Cecep Hidayat mengatakan, PBB hanya mengandalkan Ketua Umum Yusril Ihza Mahendra. Sedangkan, PAN belum punya tokoh nasional, tokoh PAN di dewan masih elitis.

Sementara, Ketua Umum Partai Gerinda Prabowo Subianto sudah dua kali kalah. “Itu berarti sudah habis dari sisi politik. Sehingga kalau tetap mau maju pun tidak bisa menjamin kemenangan,” ujarnya.

PKS, menurut Cecep Hidayat, memang punya banyak tokoh muda. Namun, penguatan penokohan mereka harus lebih giat dan cepat.

Cecep Hidayat mengatakan, dengan kondisi seperti ini membuat koalisi empat partai politik harus maksimal dalam menentukan capres dan cawapres. Jangan sampai hanya dua partai tertinggi suaranya saja yang boleh mengajukan calon.

“Mereka harus melihat tokoh yang elektabilitas dan kepopulerannya tinggi di publik. Sehingga ketika berhadapan dengan Joko Widodo (Jokowi) dan pasangannya di Pilpres 2019 mendatang tidak terlalu berat, meski tetap harus kerja keras,” tandas Cecep Hidayat. (Rep)

loading...