Yusril-Ihza-Mahendra
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. (foto: Tribunnews/Fransiskus Adhiyuda)

JAKARTA, harianpijar.com – Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengusulkan empat partai politik, yakni Partai Gerindra, PKS, PAN, dan PBB, membentuk koalisi permanen 212. Terkait hal itu, PBB mengaku belum menuju ke arah tersebut.

“Koalisi permanen itu nggak pernah ada, politik itu kepentingan. Jadi kalau permanen itu nggak ada,” kata Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra seperti dilansir dari detik, Jumat, 23 Maret 2018.

Lebih lanjut menurut Yusril Ihza Mahendra, saat ini dirinya lebih ingin memperkuat posisi PBB dalam Pemilu. Setelah sempat dinyatakan tidak lolos verifikasi KPU, namun akhirnya PBB lolos sebagai partai peserta Pemilu 2019.

“Saya melihat bahwa yang paling penting bagi PBB adalah memperkuat posisinya sendiri dalam menghadapi perkembangan politik ke depan,” kata Yusril Ihza Mahendra.

“PBB kan sudah mengikuti pemilu dan kelihatannya mendapatkan suatu keuntungan yang cukup puas, kuat di tengah masyarakat, mudah-mudahan di pemilu 2019 ini akan ada perubahan yang besar,” lanjutnya.

Meskipun demikian, Yusril Ihza Mahendra tetap mengapresiasi usulan Rizieq Shihab tersebut. Namun, karena partainya belum bisa mengusung capres atau cawapres di Pemilu 2019, dirinya mengaku masih perlu berpikir panjang.

“Ya sebagai satu gagasan ya kita terimakasih pada saran dan anjuran seperti itu, jadi ya kalau PBB ini kan kalau koalisi sekarang agak sulit tapi kalau untuk yang akan datang barang kali bisa saja,” ungkap Yusril Ihza Mahendra.

Sebelumnya, Rizieq Shihab mengharapkan Partai Gerindra, PKS, PAN, dan PBB membentuk koalisi permanen 212.

“Sudah lama Habib Rizieq Shihab menginginkan dan mengharapkan adanya koalisi permanen 212 (Partai Gerindra, PKS, PAN, dan PBB),” kata juru bicara FPI Slamet Ma’arif, Jumat, 23 Maret 2018. (nuch/det)

loading...