Meutya-Hafid
Meutya Hafid. (foto: detik/Andhika Prasetia)

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Ketua Komisi I DPR dari Partai Golkar, Meutya Hafid, bicara soal pertemuan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Meutya Hafid mengatakan pertemuan itu tidaklah etis. Karena, Gatot Nurmantyo masih aktif sebagai prajurit TNI.

“Tidak etis. Saya kenal baik Pak Gatot dan mendukung sekali pak Gatot masuk ke politik, saya rasa pak Gatot dapat menjadi alternatif pemimpin dan banyak pilihan itu bagus-bagus saja, namun hendaknya bersabar hingga pensiun,” ujar Meutya Hafid seperti dilansir dari detik, Jumat, 23 Maret 2018.

Menurutnya, Gatot Nurmantyo seharusnya menghormati netralitas TNI, bukan malah sudah running politik praktis sebelum pensiun.

“Setahu saya pak Gatot masih aktif. Dan selama masih aktif aturan-aturan netralitas perlu dijaga betul. Saya rasa menjaga netralitas bukan hanya kewajiban tapi kehormatan bagi TNI. Sehingga setiap perwira aktif hendaknya menjaga kehormatan tersebut,” kata Meutya Hafid.

Lebih lanjut Meutya Hafid berharap Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dapat menyikapi manuver Gatot Nurmantyo tersebut. Dirinya meminta Panglima TNI memastikan tidak ada lagi jajarannya yang melakukan politik praktis.

“Saya meminta Panglima TNI untuk dapat menertibkan, tidak hanya pak Gatot, tapi siapapun anggota TNI aktif agar dipastikan tidak mendukung partai politik,” jelasnya.

Seperti diketahui, Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku bertemu secara empat mata dengan Prabowo Subianto. Ketua Umum Partai Gerindra itu menawarkan Gatot Nurmantyo masuk ke partainya.

“Saya dan Pak Prabowo bicara empat mata. Memang ada kata-kata setelah pensiun mau bergabung atau tidak, terbuka peluang,” ujar Gatot Nurmantyo dalam satu acara, di Jakarta, Kamis, 22 Maret 2018. (det)

loading...