Amien-Rais
Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. (foto: google images)

YOGYAKARTA, harianpijar.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta (DPRD DIY), menyatakan, Ketua Dewan Majelis Kehormatan PAN Amien Rais sebaiknya meralat ucapannya yang menyebut program sertifikasi tanah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hanya merupakan kebohongan.

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto menilai pernyataan Amien Rais tersebut sangat tidak etis. Menurutnya, itu bukan etika seorang dosen apalagi seorang tokoh.

“Amien Rais sebaikya meralat ucapannya. Itu jauh dari etika seorang dosen dan tokoh,” kata Eko Suwanto dalam pernyataannya yang diterima media, Jumat, 23 Maret 2018.

Lebih lanjut Eko Suwanto mengatakan, Amien Rais seharusnya mengapresiasi pemerintah. Karena, dengan program sertifikasi tanah ini, banyak rakyat yang akhirnya terbantu karena terhindar dari masalah sengketa tanah.

“Pemerintah sedang bantu rakyat punya sertifikat kok malah difitnah dan dibilang ngibul. Rakyat Yogya mengecam tindakan Amien Rais yang menebar fitnah,” ujar Eko Suwanto.

Eko Suwanto menjelaskan, kepemilikan sertifikat tanah ini sangat penting bagi masyarakat meskipun hanya sejengkal saja. Dirinya menyebut rakyat Yogya malu dan mengecam sikap Amien tersebut.

Menurutnya, Amien Rais sebagai seorang tokoh pendidik tentu memahami filosofi kepemimpinan. Sebagai orang tua, Amien Rais seharusnya santun dan tata krama dalam menyampaikan pendapat.

Eko Suwanto pun menyayangkan pernyataan kontroversial Amien Rais itu. Lantaran, pernyataan tersebut diungkapkan untuk memperpanas situasi politik nasional dengan tuduhan tak beralasan pada pemerintah.

“Saya memahami rakyat resah dengan pernyataan Amien Rais. Kita berharap masyarakat Yogya kembali menggelorakan jati diri kebudayaan agar selalu hidup berdampingan dengan tetangga dan sesamanya dengan baik,” tandasnya.

Sebelumnya, Amien Rais menuding bagi-bagi sertifikat tanah yang dilakukan Presiden Jokowi merupakan pembohongan.

“Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektar, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?” kata Amien Rais saat menjadi pembicara dalam diskusi di Bandung, Minggu, 18 Maret 2018 lalu. (Met)

loading...