Prabowo-Subianto
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (foto: REUTERS/Stringer)

JAKARTA, harianpijar.com – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menegaskan pidato politik Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dinilai tidak rasional dan tak memiliki dasar sumber ilmiah yang sah karena bersumber pada novel fiksi.

Peneliti LIPI Wasisto Raharjo Jati mengatakan, pidato itu hanya ungkapan sinis yang tidak memberi pembelajaran bagi masyarakat.

“Ini hanya sekedar asumsi yang tidak didasarkan pada fakta, tidak konstruktif, emosional, dan konspiratif, serta tidak mengajak pola pikir masyarakat rasional,” kata Wasisto Raharjo Jati saat dikonfirmasi, Kamis, 22 Maret 2018.

Baca juga: PSI: Gerindra Jadi Oposisi yang Inkonsisten

Lebih lanjut Wasisto Raharjo Jati mengatakan, sebagai bukti Prabowo Subianto dan para kader Partai Gerindra tidak mampu menunjukkan sumber penelitian ilmiah yang menjadi rujukan pidatonya.

Menurutnya, jika memang benar Prabowo Subianto setidaknya mencantumkan lembaga dan waktu penelitian itu saat berpidato dan misalnya, hasil penelitian lembaga pemikir (think tank) tertentu.

“Diragukan validitas datanya dan akuntabilitasnya,” tegas Wasisto Raharjo Jati.

Baca juga: Presiden Jokowi Tertawa Saat Ditanya Soal Pidato Prabowo ‘Indonesia Bubar 2030’

Penelitian ilmiah, dikatakan Wasisto Raharjo Jati, seharusnya memiliki indikator-indikator ukuran yang ketat yang jadi dasar kesimpulan, misalnya, penyebab Indonesia bubar 2030. Menurutnya, sejauh ini hal itu tidak terungkap.

“Hanya mencari sensasi, dan hanya ingin meraih perhatian serta simpati,” tandasnya.

Sebelumnya, melalui akun Facebook resminya, Partai Gerindra mengunggah video pidato Prabowo Subianto soal prediksi masa depan Indonesia.

Dalam pidatonya itu, Prabowo Subianto mengatakan bahwa berdasarkan kajian yang dilakukan luar negeri Indonesia bisa bubar pada 2030. (cnn)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR