Hasto-Kristiyanto-2
Hasto Kristiyanto. (foto: Dok. Metrotvnews)

JAKARTA, harianpijar.com – Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, PDIP siap diaudit terkait tudingan Setya Novanto yang menyebut kadernya terlibat skandal korupsi KTP berbasis elektronik (e-KTP).

Menurut Hasto Kristiyanto, tudingan yang dilontarkan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek e-KTP itu, dianggap upaya membawa persoalan tersebut jadi bagian PDIP.

“Kami bukan dalam posisi designer, kami bukan penguasa. Dengan demikian atas apa yang disebutkan Bapak Setya Novanto, kami pastikan tidak benar dan kami siap diaudit terkait hal tersebut,” kata Hasto Kristiyanto melalui keterangan tertulis, Kamis, 22 Maret 2018.

Lebih lanjut, Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa Setya Novanto sengaja menyebut sebanyak mungkin nama demi menyandang status justice collaborator (JC).

“Apa yang disampaikan Pak Setya Novanto hari ini pun, kami yakini sebagai bagian dari upaya mendapatkan status tersebut demi meringankan dakwaan,” tandasnya.

Sebelumnya, dalam sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan terdakwa yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta hari ini, Setya Novanto menyebut nama mantan Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR periode 2009-2014 Pramono Anung menerima uang dari proyek e-KTP. Uang itu diberikan oleh pengusaha Made Oka Masagung. (Met)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR