Rachland-Nashidik
Rachland Nashidik.

JAKARTA, harianpijar.com – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra Andre Rosiade menuding Partai Demokrat ingin membangun dinasti politik melalui Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menanggapi hal itu, Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik mengatakan dinasti politik bisa saja menjadi positif, contohnya keluarga Kennedy di pusaran Presiden Amerika Serikat.

“Kendati saya bisa bilang ‘dinasti politik’ bisa positif, contohnya keluarga Kennedy di AS atau keluarga Trudeau di Kanada, namun saya menganggap lebih penting untuk mengoreksi kontradiksi dalam cara berpikir Wakil Sekjen Gerindra,” kata Rachland Nashidik kepada awak media, Rabu, 21 Maret 2018.

Dirinya menilai tudingan dinasti politik versi Andre Rosiade sangat tidak masuk akal. Karena, menurut Rachland Nashidik, sistem demokrasi membuat rakyat berdaulat menentukan pemimpinnya.

Lebih lanjut Rachland Nashidik menyebut beberapa pemimpin negara yang merupakan keturunan dari presiden sebelumnya. Seperti Megawati Soekarnoputri, putri Presiden Soekarno.

“Ibu Megawati. Untuk menjadi Presiden, beliau harus ikut pemilu. Tak peduli ayahnya adalah pendiri bangsa dan presiden pertama yang berkuasa dua puluhan tahun,” ujar Rachland Nashidik.

Rachland Nashidik mengatakan, saat pemilu pertama dilangsungkan, rakyat tidak memberi mandat kepada Megawati Soekarnoputri.

Bahkan, menurutnya, seorang Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bisa terpilih jadi presiden tanpa embel-embel atau latar belakang yang mirip-mirip kedinastian politik.

“Begitulah, tak ada ‘darah biru’ dalam demokrasi. Sepanjang sebuah negara masih mempraktikkan demokrasi, jelas kedudukan presiden tidak bisa diwariskan turun temurun seperti halnya mahkota dalam dinasti kerajaan,” tegas Rachland Nashidik.

Dirinya menganggap tuduhan Andre Rosiade kosong dan hanya mencerminkan kemacetan pikiran. Kemudian, Rachland Nashidik pun membahas soal AHY yang disebut Andre Rosiade sebagai ‘jalan’ Partai Demokrat untuk membangun dinasti politik.

Seperti dijelaskannya di atas tadi, Rachland Nashidik menyebut tak ada yang namanya pewarisan tahta kekuasaan di negeri ini. Menurutnya, semua pemimpin harus melalui proses demokrasi bernama pemilihan umum untuk mendapatkan kepercayaan rakyat.

AHY sendiri pernah maju di Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu, meski kalah di putaran pertama. Rachland Nashidik mengatakan fakta itu merupakan penegasan bahwa tidak ada namanya dinasti politik.

Selain itu, dalam dunia politik saat ini, AHY juga tak begitu saja diterima oleh partai politik untuk bisa maju di Pilpres 2019, walaupun di beberapa hasil survei elektabilitas AHY sebagai cawapres cukup tinggi. Karena itu, Rachland Nashidik mengaku heran dengan tudingan Andre Rosiade.

“Mungkin Wasekjen Gerindra, daripada buang waktu mencemooh partai lain, lebih baik mempelajari tradisi partai-partai politik di negara-negara demokratik. Menarik bahwa di sana, ketua umum partai berganti bila gagal memenangi pemilu,” tandasnya. (nuch/det)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR