Artidjo-Alkostar
Hakim Agung Artidjo Alkostar. (foto: Tempo/Seto Wardhana)

JAKARTA, harianpijar.com – Upaya hukum peninjauan kembali (PK) kasus penistaan agama yang diajukan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ke Mahkamah Agung (MA) ditangani oleh hakim agung Artidjo Alkostar. Seperti diketahui Artidjo Alkostar dikenal tegas dalam memutus hukuman.

Kuasa hukum Ahok, Josefina Agatha Syukur, mengatakan pihaknya tidak takut terhadap Artidjo Alkostar yang akan menangani PK Ahok.

Menurutnya, memang selama ini Artidjo Alkostar dikenal tegas dalam memutus hukuman. Selain itu, Artidjo Alkostar telah beberapa kali memperberat hukuman koruptor yang mengajukan kasasi ke MA.

Meskipun demikian, Josefina Agatha Syukur mengatakan, timnya tidak pernah takut menghadapi hakim mana pun. Karena, menurutnya, semua hakim pada hakikatnya sama saja.

“Enggak ada ketakutan sama sekali. Kemarin sempat dibilang, ‘Kenapa enggak ajukan keberatan?’ Ngapain ajukan keberatan? (Menempatkan hakim) itu haknya Mahkamah Agung kok,” kata Josefina Agatha Syukur di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Rabu, 21 Maret 2018.

Selain hakim agung Artidjo Alkostar, ada dua hakim lainnya yang ikut menangani PK Ahok, yakni Salman Luthan (pembaca I), dan hakim Sumardiatmo (pembaca II).

Josefina Agatha Syukur mengaku hingga saat ini pihaknya masih menunggu putusan MA terkait perkara ini. Dirinya pun merasa optimis majelis hakim akan mengabulkan PK Ahok.

“Harus optimis. Kalau enggak optimis, ngapain di-ajuin,” ujar Josefina Agatha Syukur.

Sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengajukan PK atas vonis yang dirinya terima pada kasus penistaan agama dari majelis PN Jakut pada 2017 lalu.

Pihak Ahok mencantumkan putusan yang diterima Buni Yani sebagai referensi dalam pengajuan PK ini.

Ada dua poin yang dicantumkan dalam memori PK ini yakni putusan terdakwa kasus ujaran kebencian Buni Yani dan kekeliruan hakim. (cnn)

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR