jokowi-pdip
Presiden Joko Widodo (Jokowi).

JAKARTA, harianpijar.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dinilai tidak akan memilih calon wakil presiden (cawapres) dari kalangan partai sebagai pendamping Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2109 mendatang.

Menurut Pengamat Politik Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri sebagai veto player di partai tersebut tidak akan memilih tokoh partai lain karena tidak menginginkan panggung politik 2024 dimiliki oleh partai lain.

“Karena mereka nggak mau panggung politik 2024 dimiliki oleh partai lain. AHY dan Cak Imin mimpi di siang bolong,” kata Pangi Syarwi Chaniago kepada media, Selasa 20 Maret 2018.

Lebih lanjut, ditegaskan Pangi Syarwi Chaniago, PDIP mungkin akan lebih tertarik dengan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD atau Sri Sultan Hamengkubawono X. Karena, jika memilih Cak Imin, posisinya di PKB pada tahun 2024 akan terang, begitu juga dengan AHY di Partai Demokrat.

“Dengan memilih cawapres di luar partai lain, akan lebih aman untuk masa depan PDIP,” tegas Pangi Syarwi Chaniago.

Sementara, Pangi Syarwi Chaniago juga menjelaskan, dalam hal memilih pasangan cawapres Joko Widodo (Jokowi) tidak memiliki kekuasaan penuh. Bahkan, Joko Widodo (Jokowi) tidak memiliki kemerdekaan dalam menentukan pasangannya untuk di Pilpres 2019 dan akan tetap banyak pertimbangan dari Megawati untuk kepentingan partai.

“Kalau memang Jokowi punya kekuasaan penuh untuk cawapres, pasti sudah umumkan cawapres. Ini digantung dulu. Karena tidak bisa diputuskan sendiri oleh Jokowi. Artinya beliau tidak merdeka dalam menentukan cawapres itu,” tandas Pangi Syarwi Chaniago.