Jokowi-2
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (foto: google images)

JAKARTA, harianpijar.com – Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Arbi Sanit menyebutkan Joko Widodo (Jokowi) tidak membutuhkan cawapres yang mendongkrak elektabilitas. Menurutnya, cawapres Jokowi lebih baik berasal dari kalangan teknorat.

“Jadi memilih wakil atas pertimbangan elektabilitas tidak cukup. Harus sekaligus mampu memerintah. Oleh karena itu menurut saya, berbicara cawapres ini berbicara tentang teknokrat bukan politisi,” ujar Arbi Sanit saat dihubungi, Selasa, 20 Maret 2018.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, seseorang dengan elektabilitas tinggi tapi tidak mampu menjalankan roda pemerintahan bukanlah sosok yang tepat. Menurut Arbi Sanit, menjalankan pemerintahan di Indonesia sama pentingnya dengan memenangkan pemilu.

“Tidak bisa sepenuhnya elektabilitas dijadikan pertimbangan untuk dijadikan Wakil Presiden. Dalam jangka panjang lebih penting mengurusi pemerintah, daripada menang Pemilu tapi tidak becus,” katanya.

Kemudian Arbi Sanit pun menyebutkan beberapa nama tokoh seperti Sri Mulyani dan Mahfud MD. Dirinya menilai kedua tokoh tersebut telah terbukti memiliki kemampuan untuk menjalankan pemerintahan.

“Teknokrat yang sekarang punya daya dukung yang kuat, meskipun dalam survei belum tentu meyakinkan, itu Sri Mulyani sama Mahfud MD, yang kematangan pengalaman itu boleh dikatakan top untuk cawapres,” ucap Arbi Sanit.

Menurut Arbi Sanit, Jokowi sebenarnya tidak memerlukan cawapres dengan elektabilitas tinggi. Karena, PDIP bersama partai pendukung Jokowi lainnya sudah lebih dari cukup.

“Lagipula kan sebenarnya apakah Jokowi masih perlu mengandalkan calon wakil presiden untuk mendulang suara. Saya kira tidak. Jokowi dengan dukungan partainya sudah berlebihan malah,” tandasnya. (Rep)

 

BAGIKAN
BERITA PILIHAN SPONSOR